My Dream Indonesia Bersama Pemuda Suku Kawera Atasi Kesulitan Air Bersih

MEMBERAMO RAYA - Tekad pemuda Suku Kawera Memberamo Raya untuk mengatasi kesulitan air bersih berbuah manis. Dari pengalaman dua sumur yang dibuat oleh My Dream Indonesia bersama-sama dengan Suku Bauzi di Komplek Noyadi Distrik Memberamo Tengah maka tangan-tangan pemuda Suku Kawera di Komplek Sungai Namuni berhasil menemukan titik air tanah yang sehat.

Jika tidak turun hujan atau sungai meluap dan keruh, ketergantungan air bersih dari air hujan dan Sungai Namuni kini sudah tidak dikhawatirkan. Kegembiraan warga Suku Kawera ini juga disampaikan secara bersama-sama bahwa air bersih dari sumur gali lebih enak dan segar.

Proses dari mencari titik air, penggalian dan pengecoran murni dari tangan-tangan pemuda Suku Kawera yang juga akan diajukan di kampung-kampung lain dengan anggaran Dana Desa. 

"Kita pemuda harus belajar, tidak ada yang mustahil, kalau kita tidak bergotong-royong hanya menunggu proyek-proyek bantuan pemerintah yang tidak menentu kita akan terus susah. Bantuan drum-drum tandon air hujan tidak selamanya baik pasti cepat rusak dan jika tidak hujan setengah mati kita cari air," kata Anis Auneri saat masyarakat berkumpul doa bersama pembangunan sumur sudah selesai digarap, Senin (20/11/2017).

My Dream Indonesia menjangkau Papua memang tepat sasaran dikantong-kantong pedalaman dan tertinggal di Papua. Kiprahnya dalam membantu masyarakat Memberamo Raya benar-benar dirasakan. Geliat pemuda untuk mensosialisasikan sumur gali tanah dan bergotong-royong yang selama ini tidak ada membuat perencanaan Dana Desa dianggarkan untuk pembangunan sumur-sumur tersebut guna mengatasi kesulitan air bersih saat tidak turun hujan.

Kebanggaan pemuda Suku Kawera yang berhasil membuat sumur mendorong pemuda-pemuda di Memberamo Raya yang berbeda suku mencoba melihat dan merasakan air tanah tersebut kemudian dengan bulat hati akan mewujudkannya di kampung-kampung asal mereka di pedalaman.

"Terima kasih My Dream Indonesia, Tuhan memberkatimu dan karyamu di Papua," ucap Ibu Dondie tokoh Perempuan GKI Klasis Memberami-Apawer.[KL]

Baca Juga