Pemerintah Aceh Diminta Peduli Terhadap Abrasi Sungai Kluet

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh dari Dapil IX M Saleh mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di Kecamatan Kluet Timur dan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya, sejak diguyur hujan lebat beberapa waktu lalu, sejumlah gampong di dua kecamatan tersebut direndam banjir akibat luapan air sungai dan terkikisnya tebing sungai yang cukup parah hingga mengakibatkan empat rumah warga sekitar terpaksa dibongkar.

Informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, abrasi Sungai Kluet terjadi dilokasi antara lain, Gampong Paya Dapur, Gampong Alai, Gampong Durian Kawan dan Gampong Sapik di Kecamatan Kluet Selatan

“Ini sangat miris dan sangat memprihatinkan. Untuk itu, sebagai anggota dewan dari Dapil IX saya minta kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar peduli akan persoalan ini,” ujar Saleh saat ditemui Lintasatjeh.com, Selasa (21/11/2017), di Banda Aceh.

Menurut Saleh, pemukiman masyarakat yang berdomisili di dekat pesisir sungai Kluet telah lama menjadi langganan banjir, karena apabila curah hujan tinggi maka paling tidak seminggu sekali masyarakat setempat akan terendam luapan sungai.

Beberapa waktu lalu, sambung Saleh, hujan tidak henti-hentinya mengguyur daerah tersebut. Sehingga mengakibatkan banjir besar yang dialami oleh masyarakat setempat dan menjalar hingga ke Gampong Gelumbuk, Gampong Pasie Merapat, Gampong Keudee Padang dan Suak Bakong di Kecamatan Kluet Selatan.

"Musibah ini sangat serius, kita sangat prihatin bahwa setiap tahun selalu ada korban walau bukan korban jiwa, melainkan rumah-rumah warga yang terkikis oleh bajir dan erosi," ungkapnya.

“Kali ini, ada empat rumah yang dibawa oleh desarnya air. Selain itu, banjir ini juga mengancam kebun-kebun warga sekitar. Nah selaku anggota DPRA yang mewakili dapil ini saya minta Irwandi  supaya serius menangani ini,” jelasnya.

Kepada Irwandi, Saleh meminta agar Pemerintah Aceh menganggarkan anggaran  yang cukup untuk pembuatan tebing sungai sejak dari Gampong Koto Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah hingga ke Gampong Kedai Kandang, Kecematan Kluet Selatan atau pengalihan sungai Kluet dalam APBA 2018 mendatang.

“Saya meminta Gubernur Aceh dan seluruh Anggota DPRA untuk merespon kejadian ini. Karena ini kebetulan terjadi di Dapil sembilan, dan saya juga akan meminta hal yang sama bila terjadi di daerah-daerah lain seperti Aceh Tenggara dan sebagainya,” kata Saleh.

Saleh juga mengatakan, Gubernur Aceh di awal-awal kepemimpinannya sangat serius menangani persoalan musibah banjir. Untuk itu, Saleh meminta agar sikap peduli Irwandi Yusuf juga ditunjukkan pada masyarakat Kluet yang saat ini sedang resah karena sungai Kluet semakin terkikis.

Selain pembangunan tebing atau pengalihan sungai, Saleh juga meminta agar Pemerintah Aceh juga memplotkan anggaran untuk membangun kembali rumah masyarakat yang telah terbongkar karena terseret arus sungai. Menurut Saleh, bukan hanya empat rumah tersebut saja yang menjadi korban banjir selama ini.

“Kalau saya tidak salah, ada 26 rumah yang sudah terbongkar karena banjir. Kita minta Pemerintah Aceh juga membuat program rumah layak huni untuk korban banjir tersebut. Karena, kalau menggunakan APBK maka hal ini tidak akan mampu,” pungkasnya.[DW]

Baca Juga