Peusaba: BPCB Sumut-Aceh dan Balar Medan Jangan Musnahkan Sejarah Aceh

BANDA ACEH - Ketua Peusaba Mawardi Usman meminta pihak yang bekerja di BPCB Sumut-Aceh dan Balai Arkeologi (Balar) Medan menghentikan langkah sistematis mereka untuk menghilangkan sejarah Islam Aceh. Banyak sekali penemuan sejarah Aceh baik Lamuri atau Gampong Pande terbiarkan bahkan dengan mudah disetujui untuk dipindah atau dimusnahkan demi sebuah proyek.

Peusaba mengingatkan akan ada akibat yang sangat fatal kedepan jika mereka terus dibiarkan karena mereka yang dengan sistematis memusnahkan sejarah Islam Aceh. 

Peusaba sudah mulai curiga sejak Barus diklaim oleh Sumut sebagai awal masuk Islam dan telah dibantah oleh Prof. Farid Wajidi Rektor UIN Ar Raniry dalam seminar  bahwa kubur di Barus adalah kuburan Ulama Aceh yang membawa Islam dan berdagang disana kemudian dirampok dan dibunuh oleh perampok disana. Sebab itulah ada makam Islam di Barus. 

Peusaba meminta Sumut berbesar hati menerima sejarah itu dan jangan memutarbalikkan fakta. Apalagi Tim Peusaba pernah berjumpa dengan pihak Balar Medan yang hendak meneliti Menhir di Aceh Jaya sebelum penelitian dan mengatakan batu Menhir itu batu alam.


"Jadi sudah ada hasil penelitian sebelum ke lokasi dan setiba di lokasi seperti berita harian lokal itu adalah batu alam tanpa penelitian sama sekali. Kalau boleh dibilang tanpa meneliti hasil sudah ada. Janganlah kebencian anda kepada suatu kaum membuat anda berlaku tidak adil," kata Mawardi yang diungkapkan kepada LintasAtjeh.com, Jum'at (25/11/2017).

Peusaba juga berharap kepada pemerintah Aceh agar menjaga dengan benar dan ikhlas hati setiap jengkal peninggalan indatu kita.

"Mereka sudah bersusah payah berusaha agar kita bangga padanya dan sekarang jangan jadikan kita generasi sampah kepada generasi berikutnya," tegas Mawardi.[Red]

Baca Juga