Sahar: DPRK Aceh Besar Kurang Perhatian Terhadap Pendidikan di Pulo Aceh

ACEH BESAR - Sudah empat tahun Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dari Dapil II duduk di Parlemen Kabupaten Aceh Besar, tetapi mereka tidak memberikan perubahan yang siknifikan terhadap daerah pemilihannya, terutama di bidang pendidikan pada Kecamatan Pulo Aceh. 

Hal tersebut disampaikan Sahar, Ketua Pemuda Mandiri dan Kreatif (Pematif) melalui pesan rilisnya kepada kepada LintasAtjeh.com, Rabu (15/11/2017).

Menurut Sahar, Saat ini pendidikan Pulo Aceh sangat memprihatinkan dari segi pengajar (PNS) di Kecamatan Pulo Aceh. Para guru sering tidak mengajar di sekolah lantaran pulang ke Banda Aceh. Karena guru yang absen rata-rata berstatus PNS non putra daerah Pulo Aceh. 

"Guru yang absen mengajar di Pulo Aceh melebihi dari dua hingga tiga minggu berturut-turut, dan masyarakat Pulo Aceh juga pernah mengingatkan agar guru-guru tersebut tidak selalu bolos," ujar Sahar.

Dengan absennya para guru, sambung Sahar, dapat menyebabkan pembodohan terhadap murid-muridnya. Namun mereka masih tidak menghiraukan teguran-teguran dari masyarakat Pulo Aceh sendiri. 

"Seharusnya pihak wakil rakyat dari Dapil II ini harus bertindak menyelesaikan permasalah pendidikan di Kecamatan Pulo Aceh. Dewan Dapil II ini jangan pikirkan proyek aspirasi saja, agar tidak terus menerus pembodohan terhadap regenerasi di Kecamatan Pulo Aceh," saran mantan aktifis KAMMI Aceh. 

"Jika pihak Pemerintah tidak menyelesaikan permasalah pendidikan di Kecamatan Pulo Aceh, lebih baik Pemkab Aceh Besar memberikan daerah Pulo Aceh ke Banda Aceh atau ke Sabang agar pembangunanya lebih maju di masa akan datang," tegasnya.[DW]

Baca Juga