Wilson Ucapkan Terimakasih Atas Penangguhan Penahanan Dua Mahasiswa Unimal



JAKARTA - Terkait dengan pemberitaan beberapa waktu lalu tentang penahanan dua mahasiswa Lhokseumawe oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe menyusul adanya demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Bupati Aceh Utara beberapa waktu sebelumnya, hari ini Rabu, 22 November 2017, kedua mahasiswa tersebut memperoleh penangguhan penahanan. Majelis hakim yang mengadili kedua mahasiswa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan atas keduanya, sehingga mulai hari ini dikeluarkan dari tahanan.

"Pertama, kita sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada majelis hakim yang telah berkenan mendengar suara arus bawah. Dengan penangguhan penahanan atau perubahan status menjadi tahanan luar terhadap kedua mahasiswa tersebut, telah mencerminkan sebuah kebijaksanaan hukum bagi masyarakat," ungkap Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI kepada LintasAtjeh.com melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis (23/11/2017).

Dan lebih daripada itu, lanjut lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, kedua mahasiswa ini bisa meneruskan atau menghadiri proses belajar-mengajar di kampusnya. Wilson juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak atas keberhasilan usahanya membantu kedua mahasiswa, Rudi dan Muji.

“Itu tidak lepas dari perjuangan para mahasiswa, masyarakat dan peran aktif Senator DPD RI asal Aceh. Terimaksih karena berkat pihak-pihak tersebut yang menyampaikan surat permohonan dan penjaminan kepada Pengadilan Negeri Lhokseumawe, cq. Majelis Hakim yang mulia, akhirnya penangguhan penahanan kedua mahasiswa yang tercatat masih kuliah di Universitas Malikussaleh itu dikabulkan,” terang Wilson.

Selanjutnya, trainer yang sudah melatih ribuan warga TNI, Polri, mahasiswa, guru, dan elemen masyarakat lainnya di bidang jurnalistik itu, menjelaskan bahwa tuntutan masyarakat yang diwakili oleh anak-anak muda dan mahasiswa mesti juga terus diperjuangkan. "Jangan pernah berhenti. Justru sebaliknya, harus semakin gencar digaungkan," ujarnya.
Menurutnya, unjuk rasa tentu penting, yang dalam beberapa kasus unjuk rasa, tuntutan sering berhasil dikabulkan. Akan tetapi, perlu perubahan pola perjuangan mahasiswa dan masyarakat banyak.

"Dulu, demo di jalanan masih perlu sekali dilakukan, karena akses ke media massa sangat terbatas. Kini, jaman sudah berubah, demo melalui tulisan dan publikasi jauh lebih relevan untuk ditempuh," jelas lelaki kelahiran Morowali Utara itu.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar para mahasiswa belajar menulis, mengemukakan gagasan dan tuntutan dengan baik dan efektif melalui tulisan. "Jadi, saran saya ke para pemuda dan mahasiswa, mulailah bangun jaringan komunitas media massa dan media sosial, jadikan jaringan tersebut sebagai alat perjuangan Anda. Intinya, nyatakan tuntutan anda melalui dunia informasi, publikasi dan media massa," demikian saran Wilson.[APL/Red]

Baca Juga