Di Jakarta, Senator Fachrul Razi Gagas Rebranding Simeulue

JAKARTA - Simeulue merupakan "surga yang terlupakan" bagi Aceh dan Indonesia. Padahal Simeulue memiliki potensi pariwisata yang luar biasa dan alam Pulau Simeulue sangat luar biasa. Hal itu disampaikan Senator Fachrul Razi yang memfasilitasi seminar tentang Pulau Simeulue di Jakarta dengan menghadirkan 3 Kementerian dalam rangka melakukan Rebranding Pulau Simeulue. 

Dijelaskannya, Rebranding Simeulue fokus pada 3 hal, pertama Rebranding sebagai destinasi pariwisata internasional dan nasional. Kedua merebranding Simeulue sebagai wilayah yang memiliki potensi maritim sebagai program pemerintah Jokowi dan ketiga merebranding Simeulue sebagai kepulauan terluar yang berpotensi sebagai wilayah strategis nasional untuk menjadi DOB Kabupaten Selaut Besar dapat terwujud

"Kita optimis, Simeulue akan menjadi daerah yang sangat maju dan sejahtera sebagaimana visi misi Bupati Erly Hasyim dan keinginan rakyat Simeulue," ungkap Fachrul.

Konsep rebranding ini, lanjut dia, diseminarkan dalam bentuk talkshow di Jakarta membahas pemekaran wilayah dan potensi pariwisata di salah satu daerah kepulauan terluar Indonesia itu, Selasa, 28 November 2017.

Dalam acara yang digelar di The Media Hotel itu, hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pariwisata.

Sementara itu, Bupati Erly Hasyim ingin daerahnya menjadi daerah destinasi wisata nasional, menyusul Sabang yang telah ditetapkan menjadi daerah tujuan wisata nasional sejak Desember 2011.

"Kalau saya lihat, Simeulue juga punya keindahan yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Karena itu kita sangat ingin potensi pariwisata di Simeulue ini bisa digali lagi sehingga ekonomi masyarakat bisa bangkit," kata Erly.

Simeulue yang dikelilingi lautan, kata Erly, memiliki bibir pantai di sekujur pulau. Di beberapa titik, ada gelombang laut yang tinggi yang cocok sebagai tempat surfing.

"Beberapa wisatawan mancanegara mengatakan Simeulue memiliki gelombang atau pecahan ombak terindah di dunia. Tetapi ini belum terekspose. Kita berharap pecahan ombak itu bisa menjadi sesuatu yang bisa kita jual kepada wisatawan mancanegara," tambah Erly.

Erly menjamin pengembangan pariwisata Simeulue tidak akan merusak lingkungan hidup. Pemerintah, kata dia, saat ini sedang mencoba menata garis pantai agar lebih indah.

"Kalau pariwisata bangkit, akan muncul gerakan ekonomi ditengah-tengah masyarakat yang pada gilirannya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," sambung Erly Hasyim.

Hanya saja, kata Erly, pihaknya kesulitan menggarap sendiri lantaran minimnya anggaran daerah. Itu sebabnya, ia berharap Pemerintah Pusat bisa membantu menyiapkan infrastruktur  pariwisata di daerahnya.

"Kalau menjadi destinasi wisata nasional, proses percepatan pembangunan dan infrastruktur yang bisa mendukung pariwisata itu akan bisa tercapai dengan cepat," tambah Erly.

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah pada Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan mendukung penuh keinginan Bupati Simeulue untuk menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata. Apalagi, kata dia, kondisi pariwisata Jawa dan Bali sudah di titik jenuh.

"Kalau ada daerah diujung barat serius ingin menjadi daerah tujuan wisata, tentu kami sangat mendukung, karena lokasi wisatanya lebih menyebar. Tahun ini, kita menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara. Nah, bagus kalau Simeulue ikut berpartisipasi mensukseskan target ini," kata Tazbir.

Tazbir juga menantang Bupati Simeulue untuk menyiapkan satu atau dua pulau di Simeulue untuk dikelola secara serius sebagai daerah tujuan wisata. "Tidak perlu banyak-banyak, satu atau dua saja dari 60 pulau di daerah Simeulue, itu sudah bagus," kata Tabwir.

Tazbir pun bercerita tentang pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad baru-baru ini. Mahathir, kata Tazbir, hanya mengembangkan satu pulau sebagai tujuan wisata yakni Pulau Langkawi.

"Walaupun satu pulau, hasilnya luar biasa. Namun, pulau itu dikelola dengan serius. Semua disiapkan untuk menunjang dan menarik wisatawan," kata Tazbir.

Menurutnya, kunci mengembangkan pariwisata adalah harus menggenjot promosi di berbagai platform yang tersedia. Jangan sampai, daerahnya bagus, tapi tidak ada yang tahu. Harus ada Rebranding pariwisata dengan strategi yang tepat.

"Soal penginapan bisa dibuat dalam bentuk homestay. Jadi, jangan hanya bicara ini indah, ini cantik, mana tamunya?" ujar Tazbir.[*]

Baca Juga