LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Erosi Krueng Manggeng Ancam Rumah dan Kebun Warga

ABDYA - Erosi Krueng Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) semakin memprihatinkan dan meresahkan warga setempat, pasalnya setiap terjadi banjir besar, tebing di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) amblas sehingga jarak pemukiman tinggal belasan meter saja.

"Erosi Krueng Manggeng dan Lembah Sabil setiap terjadi banjir selalu mengalami pengikisan yang luar biasa dan ini sangat menakutkan," kata Salman (45), Mantan Kadus Tgk. Agam, Desa Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil, Jum'at (29/12/2017), kepada LintasAtjeh.com.

Menurutnya, memang setiap kali terjadi banjir, empat sampai lima meter, tanah kebun miliknya amblas ke sungai. Tidak hanya itu, lanjutnya, beberapa jenis tanaman yang selama ini tumbuh di sepanjang aliran sungai ikut lenyap seiring ganasnya air Krueng Manggeng.

Katanya, jika erosi tersebut tidak segera ditangani maka tidak tertutup kemungkinan, erosi Sungai Krueng Manggeng akan berdampak bagi warga disana. "Saat ini jarak sungai antara jalan dan rumah warga sekitar 15 meter lagi. Kalau ini tidak segera diantisipasi akan terus meluas," imbuhnya.

Ia berharap kepada pemerintah dan instansi terkait untuk mengupayakan adanya antisipasi sehingga erosi yang mengancam rumah dan kebun warga yang ada di DAS Krueng Manggeng bisa teratasi dengan segera. "Harapan kita agar masalah ini segera diantisipasi sehingga erosi tidak meluas," pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin mengatakan untuk saat ini pihaknya belum bisa berbuat apa-apa dikarenakan terkendala faktor anggaran.

"Untuk sementara waktu belum bisa kita tangani, karena ini sudah di akhir tahun. Insya Allah, Januari 2018 sudah ada anggaran. Untuk itu saya mohon kepada masyarakat agar bisa bersabar sementara waktu," demikian Amiruddin. 

Pantauan LintasAtjeh.com, pasca banjir beberapa waktu lalu, erosi tidak hanya terjadi di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng tetapi juga terjadi di Kecamatan Tangan-tangan dan Kecamatan Susoh.[ADI S]

Baca Juga