Ini Profil dan Harta Kekayaan Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahyanto

IST
JAKARTA - Marsekal Hadi Tjahjanto calon tunggal pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI memiliki harta kekayaan senilai Rp 5 miliar. Hal tersebut berdasarkan catatan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara yang ditelusuri melalui acch.kpk.go.id.

Berdasarkan data tersebut, Hadi Tjahjanto melaporkan hartanya pada 24 Juni 2016 saat masih menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden. Harta kekayaan tersebut, berupa harta bergerak dan tidak bergerak.

Harta tidak bergerak Hadi senilai Rp 594.108.500 yang terdiri dari dua bidang tanah seluas 303m2 dan 773m2. Keduanya terletak di Malang, Jawa Timur, sebagai hasil warisan.

Sedangkan yang berupa bangunan, Hadi tercatat memiliki rumah seluas 38,5m2 yang terletak di Jakarta Selatan. Dari laporan tersebut tercatat sebagai harta hasil sendiri.

Sementara harta bergerak Hadi berupa kendaraan dengan nilai total Rp 515,7 juta. Kendaraan-kendaraan itu terdiri dari tiga kendaraan roda empat dan satu kendaran roda dua, yakni Toyota Kijang, Toyota Kijang Inova, Honda CR-V dan sebuah sepeda motor bermerk Honda.

Hadi juga tercatat memiliki logam mulia yang senilai Rp 391.875.000. Hadi memiliki surat berharga berupa giro dan setara kas lainnya senilai Rp 3.5 miliar ditambah USD 60 ribu.

Total kekayaan Hadi berdasarkan LHKPN sebesar Rp 5.001.683.500 dan USD 60 ribu.

Sosok Hadi Tjahjanto

Hadi Tjahjanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986. Pria kelahiran Malang, 8 November 1963 itu sempat menempati beberapa jabatan strategis di TNI AU. Hadi sempat menjabat sebagai Perwira Menengah Dinas Administrasi dan Personel TNI AU.

Suami Nanik Istumawati itu melanjutkan tugas sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Soemarmo Boyolali, Jawa Tengah, pada 2010-2011. Jabatan Direktur Operasi dan Latihan Basarnas juga pernah diembannya pada 2011-2013.

Kariernya berlanjut dengan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU pada 2013-2015. Bapak dari Hanica Relingga Dara Ayu dan Handika Relangga Bima Yogatama itu kembali memimpin Pangkalan Udara sebagai Danlanud Abdulrahman Saleh, Malang, pada 2015.

Hadi mendapat pangkat marsekal muda dan langsung menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada 2015-2016. Kedekatan Hadi dengan Jokowi tak hanya saat menjabat Sekmilpres. Sebelumnya, Hadi pernah menjabat sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo, pada 2010-2011, bertepatan saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Terakhir, Hadi Tjahjanto dipindahtugaskan sebagai Irjen Kemenhan serta kenaikan pangkat menjadi marsekal madya pada 2016 sebelum kemudian diangkat Presiden sebagai KSAU. Pengangkatan Hadi sebagai KSAU berdasarkan Keputusan Presiden No 2 TNI tahun 2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara.

"Mau jadi apa selanjutnya itu adalah urusan pimpinan, sehingga saya hanya bisa melaksanakan. Menolak pun kita tidak bisa," kata Hadi usai dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.

Menurut dia, sebagai prajurit sudah seharusnya menjalankan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga. Oleh karena itu, dia selalu siap menjalankan segala tugas yang diberikan.

"Jadi hanya satu, siap melaksanakan perintah atasan," tegas Hadi.[Liputan6]

Baca Juga