Keputusan Irwandi Soal IPDN Kecewakan Masyarakat Aceh Besar dan Kota Jantho

ACEH BESAR - Ada beberapa penyebab Jantho bak kota mati, pertama adalah sektor jasa, biaya trasportasi mahal,  sehingga masyarakat enggan ke Kota Jantho biarpun kadang sangat perlu dan penting. Kedua, sektor pelayanan publik yang masih macet, banyak PNS tidak disiplin dengan berbagai macam alasan. Ketiga, Kota Jantho tidak terpusat pada arus konsentrasi ekonomi masyarakat. Keempat, pasar mati,  ekonomi juga mati, aktivitas ekonomi dulu pernah berjalan, kemudian mati pada saat konflik.

Hal itu diposting Usman Lamreueng dalam status akun facebooknyw, Kamis (07/12/2017). Menurutnya, ini sebenarnya harus ada strategi dan solusi oleh Pemkab agar masalah tersebut selesai. Salah satunya adalah menggiring perguruan tinggi mendirikan pusat akademik di Kota Jantho. 

"Ini adalah bagian upaya strategi Jantho bisa berkembang, namun belum tentu begitu ada perguruan tinggi, Kota Jantho langsung berkembang, ada perangkat-perangkat lain sebagai pendukung, tersebut diatas," sebutnya.

Sangat sepakat hari ini, kita warga Aceh Besar berharap IPDN ada di Aceh Besar,  berbagai usaha sudah dilakukan oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemkab. Usaha ini rupanya terganjal sedikit atas kebijakan oleh Pemprov  (Gubernur Aceh) mengeluarkan Rekomendasi IPDN di Bireuen. Padahal sudah ada keputusan sebelumnya penentuan lokasi adalah Sabang dan Aceh Besar. 

"Memang keputusan gubernur membuat masyarakat Aceh Besar kecewa, sangat berharap Kampus IPDN lokasinya di Kota Jantho. Atas kebijakan tersebut perlu dilakukan para tokoh Aceh Besar dan Pemkab koordinasi serta komunikasi dengan gubernur atas sikap Pemprov mengalihkan IPDN ke lokasi Bireuen," begitu tulisnya.

Dan, menurutnya, perlu dilakukan lobby secara politik di Jakarta, untuk memperkuat hasil keputusan sebelumnya penentuan lokasi IPDN. Perlu konsolidasi para tokoh masyarakat Aceh Besar untuk mempertahankan keputusan sebelumnya tetap di Aceh Besar IPDN. 

"Ini hanya sebuah harapan, semoga konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai kepentingan berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi isu-isu primodial," demikian postingan akun facebook Usman Lamreueng.[DW]

Baca Juga