Menteri Pertanian Hadiri Penanaman Perdana Komoditi Alternatif

ACEH BESAR - Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H Andi Amran Sulaiman, MP dan Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Drs Budi Waseso, anggota DPR RI serta para pejabat pemerintah Aceh dan Aceh Besar melakukan Penanaman Perdana Komoditi Alternatif, Alih Fungsi Lahan Ganja di Gampong Blang Tingkem, Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Kamis (21/12/2017).

Menteri Pertanian RI dalam sambutannya mengatakan, dirinya meminta untuk menanam tanaman penganti lahan ganja tersebut dengan tanaman jagung, pinang, cabe dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian RI langsung memberikan bantuan berupa traktor 25 unit, eskapator 2 unit, puluhan pompa air dan sejumlah alat pertanian lainnya.

"Saya tegaskan dan upayakan sebelum tahun baru 2018, semua bantuan sudah sampai di Aceh," ujar Amran kepada semua deputi Kementan RI yang membidanginnya.

Untuk mendukung program pertanian, dirinya membawa semua jajaran kementerian Pertanian di acara Penanaman Perdana Komoditi Alternatif. 

"Saat ini kita sudah swasembada dan insya Allah kedepan Indonesia dapat kembali menjadi negara pengimpor beras. Jadi mari kita bersama dapat mewujudkan langkah tersebut dengan juga mensejahterakan petani," himbau Amran.

Sementara itu, Kepala BNN Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs Budi Waseso dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat berharap semua elemen pemerintah dan masyarakat mendukung upaya menghilangkan semua narkoba. 

"Jadi hari ini kita semua harus mencari upaya alternatif agar para petani tanaman narkotika khususnya jenis ganja dapat menanam tanaman alternatif," ujarnya.

Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli, Nurdin menyampaikan apresiasi Pemerintah Aceh kepada Menteri Pertanian dan BNN yang telah mampu memerikan kontribusi dalam mengubah lahan ganja menjadi lahan komoditi alternatif.

"Kami pemerintah Aceh sangat mendukung program ini agar dapat mensejahterakan rakyat khususnya bagi para petani yang selama ini menanam tanaman jenis narkotika," ungkapnya.

"Untuk itu, kami juga berharap kepada masyarakat agar tidak menanam lagi tanaman yang dilarang tersebut," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini  menyerahkan kunyit pasca panen dari kelompok tani Alue Bate Bekah Lamteuba kepada Menteri Pertanian RI.

Dalam Acara tersebut dihadiri Anggota DPR RI Asal Aceh M. Nasir Djamil, Pangdam IM, Kepala BNN Aceh, Para Duputi Kementrian, Staf Ahli Gubernur, Forkopimda Aceh Besar, Para Kepala Skpd Aceh Besar dan sejumlah Tokoh Masyarakat.[DW]

Baca Juga