Peusaba: Aceh Tidak Tinggal Diam Atas Klaim Baital Maqdis!

IST
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Mawardi Usman mengecam langkah Presiden Donald Trump yang menyebut Yerusalem atau Baital Maqdis sebagai Ibukota Israel. Ini menentang fakta sejarah dan menentang resolusi PBB yang menyebutkan Israel penjajah di tanah Yerusalem. 

"Ini akan memicu dampak global dan kembalinya Perang Salib Baru dan Perang Sabil di dunia," terang Mawardi Usman kepada LintasAtjeh.com, Jum'at (08/12/2017). 

Peusaba mengingatkan, langkah global memusuhi Islam akan membawa kehancuran yang tidak terbayangkan. Allah akan selalu menolong tanah para Nabi Baital Maqdis. 

Peusaba memuji langkah Turki yang mau mempersatukan bangsa Muslim di dunia demi menyelamatkan Baital Makqdis. 

"Aceh memiliki hubungan yang panjang dengan Palestina atau nama lamanya Kanaan. Sultan Aceh pertama yang bertahta di Gampong Pande, sekarang Sultan Johan Syah (1205 M) guru spiritualnya adalah Syeikh Abdullah Kanaan," ungkapnya. 

Dan pada tahun 1568, lanjut Mawardi, Turki membantu Aceh pada ulama Palestina yang dibawah kekaisaran Turki Ustmani juga datang ke Aceh dan membuka Balai Pelatihan Militer dikenal dengan nama Ma'had Askeri Baital Maqdis. 

Masih kata dia, dari Ma'had Askeri Baital Maqdis ini lahir banyak Pahlawan Aceh diantaranya yang terkenal Laksamana Malahayati, Sultan Iskandar Muda hingga Cut Nyak Dhien. Jadi Aceh dan Palestina tidak dapat terpisahkan. 

"Aceh tidak akan diam atas penghinaan terhadap tanah Baital Maqdis. Semua umat Muslim di dunia wajib bersatu maka Allah akan mengirimkan Salahuddin Al Ayyubi yang baru yang akan membebaskan Palestina," tandas Mawardi Usman.[Red]

Baca Juga