SPMA: Miris Ada Narkoba dan Tanaman Ganja di Lapas Banda Aceh!

BANDA ACEH - Kepolisian bersama BNN Aceh menyita narkotika dan obat terlarang setelah kerusuhan diwarnai dengan pembakaran bangunan penjara dan mobil polisi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh, Kamis (04/01/2017).

Disamping itu, dari informasi dari pihak BNNP Aceh ada tahanan yang pada saat kerusuhan terjadi tidak berada di Lapas. Kejadian di Lapas Banda Aceh tersebut sungguh memprihatinkan.

"Ini mengindikasikan ada sesuatu yang salah dalam proses dan prosedur pembinaan warga Lapas. Mengingat keberadaan Lapas diharapkan dari proses pembinaan yang terjadi, warga binaan Lapas akan menjadi lebih baik sebagai tempat pertaubatan," ungkap Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Provinsi Aceh, Roys Vahlevi.

Menurutnya, hal-hal yang terjadi di Lapas terkait dengan narkoba dulunya merupakan rahasia umum bahwa ada oknum yang bekerjasama dengan para "Bandar" dalam upaya peredaran narkoba. Namun kejadian di Lapas Banda Aceh ini menjadi sebuah fakta dan bukti bahwa narkoba ada beredar di Lapas tapi mungkin tidak semua Lapas. 

Untuk itu, kata dia, SPMA meminta kepada pemerintah dalam hal ini institusi terkait untuk menindak tegas para oknum yang terbukti melakukan kesalahan dalam kejadian di Lapas Banda Aceh.

"Kami sangat mengecam perilaku para oknum pegawai Lapas yang membiarkan barang-barang haram narkoba berada di Lapas termasuk adanya tanaman ganja di salah satu kamar dari masyarakat binaan Lapas," tegas Ketua SPMA.

Masih kata dia, SPMA meminta kepada BNNP Aceh yang telah mendapat mandat untuk membasmi narkoba mengusut dengan tuntas peredaran narkoba di Lapas. BNNP Aceh bersama Polda Aceh harus memastikan siapa pemilik narkoba di Lapas saat kerusuhan terjadi, oknum yang terlibat dan siapa penyuplai narkoba di Lapas.

"Hasilnya kami harapkan dapat dipublikasikan untuk mendapatkan kepercayaan publik, bahwa penegak hukum benar dalam melaksanakan tugasnya. Kami juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama mengawal terbentuk tata kelola pemerintahan yang bersih khususnya bersih dari narkoba," tutup Roys Vahlevi, Jum'at (05/01/2017).[*]

Baca Juga