Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1439 H Mohon Maaf Lahir & Batin Minal Aidzin Wal Faidzin.

Akibat Cuaca Ekstrim, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun

LANGSA - Gelombang tinggi disertai angin kencang di perairan Selat Malaka berdampak pada hasil tangkapan nelayan di Kota Langsa menurun hingga 66 persen.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Panglima Laot (lembaga dat laut) Kota Langsa, Muhamamd Isbal kepada LintasAtjeh.com, Kamis (22/02/2018), saat ditemui di Gampong Kuala Langsa.

"Hasil tangkapan ikan dalam satu kapal pukat biasanya bisa lebih dari 10 Tak fiber, namun saat ini para nelayan hanya mendapatkan 6 Tak fiber saja," ujarnya.

Menurut Muhammad Isbal, menurunnya cuaca ekstrim di perairan Selat Malaka menyebabkan para nelayan sulit untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan sejak beberapa hari terakhir ini. Perubahan cuaca di laut biasanya terjadi pada bulan Februari, dan akan kembali normal kembali memasuki awal atau pertengahan Maret mendatang.

"Berdasarkan rilis BMKG, terjadi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter di perairan Selat Malaka dan sekitarnya sampai tanggal 27 Februari 2018," jelasnya.

Muhammad Isbal juga menyampaikan bahwa para nelayan tetap melakukan rutinitas seperti biasanya walau gelombang tinggi disertai angin di perairan Selat Malaka. Hal itu dikarenakan agar dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga.

"Jika hasil tangkapan nelayan menurun akan berefek pada kurangnya pasokan ikan segar untuk kebutuhan masyarakat dan menimbulkan lonjakan harga ikan di pasar," tutupnya.

Saat LintasAtjeh.com melakukan pantauan di pasar ikan Kota Langsa, terjadi lonjakan harga ikan untuk jenis tuna berkisar Rp 35 ribu/Kg dari biasanya Rp 30 ribu/Kg.

Menurut pengakuan Ibrahim, salah seorang pedagang ikan, kenaikan harga tersebut disebabkan kurangnya pasokan ikan dari nelayan lokal sejak beberapa hari ini. Guna memenuhi permintaan, pihaknya membeli ikan yang dipasok dari luar daerah.

"Ini ada yang dibawa dari luar Kota Langsa seperti Idi, Kabupaten Aceh Timur. Bahkan dipasok juga dari Belawan dan Sibolga Sumatera Utara, yang masuk," ujarnya.[Sm]

Baca Juga