LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Duta PPWI Bireuen Telusuri Info Soal Polemik Pembangunan Kampus AKN

PIDIE JAYA - Beberapa waktu lalu, berita tentang pembangunan kampus AKN di Pidie Jaya, tepatnya di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Baru sempat viral dan menjadi perbincangan, karena ada beberapa kejanggalan. Pada saat prosesi peletakan batu pertama, Senin (13/02/2018), banyak terdapat aksesoris Budha, seperti tulisan Cina dan gapura yang didominasi warna merah.

Sontak kejadian inilah yang menimbulkan banyak perspektif di masyarakat sekitar, dikarenakan pembangunan kampus AKN oleh Pemerintah Pidie Jaya ini mendapat sumbangan dana dari Yayasan Budha Tzu Chi sekitar 46 miliyar. Sedangkan yang sudah tersalur sebanyak 17 miliyar dan berita ini juga sedang hangat dibicarakan sampai ke propinsi.

Zaratul Hasni selaku Duta PPWI Bireuen bersama beberapa tokoh muda Kabupaten Bireuen melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN).

"Saya, selaku kaum muda tidak bisa hanya diam menikmati berita di sosial media. Saya harus terjun langsung dan mencari kebenarannya," ungkap Zara.

Disana, saya bertemu dengan mandor tukang dan salah seorang tokoh muda setempat. Tokoh muda itu mengatakan bahwasanya pihak pemerintah saat ini sedang melakukan audiensi kembali bersama seluruh keuchik setempat dan para ulama.

"Ya, kami berharap keputusan tentang pembangunan kampus AKN ini segera dipublikasikan. Dan sebenarnya pembangunan kampus ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi apabila ditengah jalan ada hal yang melanggar syariat Islam, kami kaum muda siap turun untuk meminta pertanggungjawaban," sebut Zara mengutip perkataan salah seorang tokoh muda setempat (nama dirahasiakan).

Zaratul Hasni mengatakan alasannya turun langsung ke lapangan untuk meninjau, dikarenakan banyak sekali adanya berita yang dimuat di media.
"Jadi saya selaku kaum muda, juga mengingat permasalahan ini tentang agama saya, tentang tanah serambi Mekkah, maka saya harus mencari kebenarannya. Saya harap juga masyarakat tidak langsung mengambil keputusan dari banyaknya berita di media, tetapi telusuri kembali, datang cari kebenarannya. Sehingga tidak menambah keresahan di hati masyarakat," demikian harapnya.[*]

Baca Juga