Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1439 H Mohon Maaf Lahir & Batin Minal Aidzin Wal Faidzin.

Ketua MPM STAI Tapaktuan Kecewa Berat, Alasannya Ini!

ACEH SELATAN - Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) STAI Tapaktuan, Baital, sangat kecewa dan sungguh menyayangkan atas terlibatnya Pimpinan Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan dalam politik pada saat pengukuhan tim pemenangan salah satu pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Selatan beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan, Selasa (20/02/2018), Baital menyebutkan bahwa bukti jelas keterlibatan Ketua STAI Tapaktuan, Maidar Darwis dipertontonkan dalam foto bersama paslon bupati dan tim pemenangan yang dilansir oleh sebuah media online, Sabtu (17/02/2017).

Mirisnya lagi, ungkap Baital, dimana pimpinan perguruan tinggi STAI Tapaktuan tersebut terlihat aktif dalam kegiatan tersebut dengan mengisyaratkan simbol/slogan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

"Jauhkan lembaga akademisi dari tekanan dan tawaran politik, lembaga kampus bukan tempat mencari sebuah sensasi politik. Apalagi untuk menguntungkan diri sendiri dengan mencoreng citra pendidikan," tegas Ketua MPM STAI Tapaktuan, Baital.

Baital membeberkan bahwa Pimpinan Perguruan Tinggi STAI Tapaktuan yang juga sebagai ASN sudah tidak mengindahkan Surat Edaran Menpan RB no.B.71/M.SM.00.00/2017 tertanggal 27 Desember 2017 perihal pelaksanaan netralitas bagi Aparat Sipil Negara (ASN) pada penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018.

"Berdasarkan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun," terang Baital.

Selain itu, Baital menyampaikan bahwa STAI Tapaktuan sebagai satu-satunya perguruan tinggi S1 yang ada di Aceh Selatan, sudah seharusnya menjadi kepercayaan masyarakat Aceh Selatan dalam membangun pendidikan di Negeri Pala ini.

"Kalau begini sikap pimpinan maka citra STAI Tapaktuan sebagai lembaga pendidikan yang terdidik akan tercoreng. Ini contoh buruk sistem kepemimpinan di Aceh Selatan," ucap Baital.

Kegeraman Ketua MPM STAI Baital  dipertegas secara terang dengan menyampaikan kekecewaan dan turut prihatin serta sangat menyayangkan atas sikap Ketua STAI Tapaktuan.

"Sebagai alumni STAI Tapaktuan sangat menyayangkan sikap Ketua STAI Tapaktuan yang terlalu ceroboh dalam menempatkan lembaga kampus dangan politik," demikian pungkas Baital, Ketua MPM STAI Tapaktuan.[FA]

Baca Juga