Pemkab Aceh Besar dan TNI Kembangkan Jagung Ribuan Hektar

ACEH BESAR - Mengingat komoditi jagung memiliki prospek yang sangat bagus untuk pemberdayaan ekonomi petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui dinas pertanian pada tahun 2018 ini mengembangkan jagung hibrida seluas 2700 hektare yang sumber dananya berasal dari APBN, APBA dan APBK. Kegiatan tersebut juga untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Pusat melalui peningkatan produksi untuk menjamin kecukupan pangan yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali disela-sela peninjauan jagung hibrida yang ditanam pada lahan seluas 500 hektare di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kamis (01/02/2018).

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten Teritorial Kodam IM Kolonel Inf Mahesa Fitriadi, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandryiyanto, Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto, Kadis Pertanian Aceh Besar Ahmad Tarmizi, SP, MM, Tgk. Ahyar yang juga anggota DPR Aceh, Muspika Kuta Coti, penyuluh dan para kelompok tani.

Dijelaskan Bupati Mawardi Ali, penanaman jagung seluas 2700 yang telah memiliki CPCL (calon petani calon lokasi) tersebut difokuskan pada empat kecamatan potensial yaitu Kecamatan Kuta Cot Glie, Indrapuri, Lembah Seulawah dan Kecamatan Seulimuem.

"Saat ini kementerian pertanian menawarkan bantuan jagung hingga puluhan ribu hektare. Insya Allah jika nantinya kita mendapat CPCL diharapkan luas tanam tidak hanya 2700 hektare tapi bisa mencapai 5 ribu hektare seluruh Aceh Besar," ujarnya.

Kita memilih komoditi jagung hibrida karena jagung sampai saat ini masih mempunyai pangsa pasar yang cukup luas dengan harga jual yang menguntungkan. Disamping, kata dia, juga dalam rangka mendukung kebutuhan jagung pipil dalam negeri yang sampai saat ini masih diimpor serta mengingat kebutuhan yang semakin meningkat terutama untuk industri pakan ternak.

Menurut Bupati Aceh Besar, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Pemerintah Aceh telah mencanangkan program pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Aceh Besa dengan memberikan bantuan sarana produksi berupa benih jagung dan bantuan biaya olah tanah, serta didukung dengan pendampingan oleh TNI dari Kodim 0101/BS.

"Dengan bantuan modal usaha yang cukup lengkap dan memadai. Oleh karena itu, diharapkan program ini berhasil dengan baik," terang Mawardi.

Dalam dialog dengan petani di kawasan tersebut, Bupati Mawardi Ali dan para unsur Forkopimda yang hadir memberikan jaminan, bahwa hasil panen jagung nantinya memiliki pasar yang cukup baik.

"Jadi para petani tak perlu ragu pasca panen nanti, jagung memiliki pasar yang potensial. Bahkan banyak pembeli dari luar daerah yang telah melirik jika lahan di Siron ini akan panen," ungkapnya.

"Pada tahun-tahun mendatang, Pemkab Aceh Besar akan terus berupaya mengembangkan semua komoditi pertanian. Namun khusus komoditi jagung hibrida dilakukan dengan program penumbuhan kawasan jagung, dalam rangka meningkatkan pendapatan per kapita para petani dengan memanfaatkan lahan-lahan kering dan lahan marginal yang masih kosong yang tersebar di seluruh wilayah Aceh Besar," pungkas Mawardi Ali.

Pada kesempatan itu, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandryiyanto mengatakan pihaknya dalam mendukung petani jagung Siron menempatkan empat unit traktor untuk pengolahan tanah dan mesin pompa air dengan status pinjam pakai.

"Jika sudah selesai dikerjakan, maka traktor dan mesin pompa air dapat digunakan oleh kelompok tani lainnya di wilayah Kodim 0101/BS," tururnya.

Kadis Pertanian Aceh Besar Ahmad Tarmizi, SP, MM, didampingi Kabid Tanaman Pangan Distan Aceh Besar menjelaskan bahwa dalam mendukung kemajuan komoditi jagung, saat ini di lahan Siron ditempatkan seorang ahli dari Jombang, Jawa Timur Ir. Cahya Fajri, M.Eng. Begitupun, pihaknya terus memberdayakan masyarakat petani dengan berbagai dukungan bantuan untuk menyukseskan program andalan Aceh Besar.

Bahkan, tahun ini, selain komoditi padi yang utama, juga jagung, kedelai serta holtikultura lainya seperti bawang, cabai dan tanaman buah-buahan.

"Petani menjadi perhatian utama, karena 80 persen penduduk Aceh Besar bermata pencaharian dari sektor pertanian," katanya.[*]

Baca Juga