LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

SADAR Asel Sesalkan Pembagian SK Guru Dayah Sarat Muatan Politis

ACEH SELATAN - Sekretaris Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat Aceh (SADAR) Cabang Aceh Selatan, Tengku Ilham Mirsal, MA, sangat menyesalkan atas kegiatan pembagian SK guru mengaji bagi teungku-teungku dayah yang mengajar pada tingkat SD dan SMP sederajat penuh dengan muatan agenda politis.

"Pembagian SK bagi guru dayah se-Kabupaten Aceh Selatan tersebut berlangsung di salah satu pesantren dalam wilayah Kluet Utara beberapa waktu lalu," kata Teuku Ilham Mirsal, MA, Sekretaris Sentral Aktivis Dayah kepada LintasAtjeh.com," Selasa (27/02/2018).

Menurut keterangan Tgk. Ilham Mirsal, acara tersebut hanya sampel saja pembagian SK. Isinya 90 persen kampanye untuk calon bupati petahana.

"Setelah kami dikumpulkan, pembahasannya sudah lain. Kenapa mulai terdengar ajakan memenangkan pasangan PUTIH, dengan alasan Pak TS sudah pernah membantu kita?" ungkapnya.

Tgk. Ilham yang akrab disapa Ayah Ilham ini juga menambahkan bahwa jika alasan panitia tim yang disusun atas nama Tim Relawan Aswaja kemudian diarahkan ke petahana. Saya tegaskan bahwa Tim Relawan Aswaja Aceh sudah dibubarkan seiring kalahnya Muzakkir Manaf dalam Pilgub yang lalu. 

"Alasan lain terjadi dualisme kepengurusan Aswaja, dengan itu Tim Relawan Aswaja sudah kita bubarkan. Dan 70 persen pengurus sekarang gabung ke SADAR Aceh, sisanya ada yang ke Parlok dan Parnas," bebernya.

Lanjutnya, ini menjadi peringatan kita bersama agar dalam kampanye tidak menggunakan Aset Negara sesuai instruksi Mendagri di Harian Serambi beberapa hari lalu.

Disisi lain, kata Tengku Ilham, ia melihat para camat dan kadis dalam wilayah Aceh Selatan juga mempertontonkan hal yang sama, mereka menggunakan kekuasaannya untuk menggalang suara untuk calon petahana.

"Sangat disayangkan kualitas etika dan sikap yang tidak profesional yang ditunjukkan sebagian pejabat Pemerintahan Aceh Selatan," geramnya. 

Maka dari itu, SADAR Aceh Selatan menghimbau semua pihak untuk menghentikan hal ini. Mari kita berpolitik halal, dengan memperhatikan aturan yang berlaku.

"Kami atas nama SADAR Asel menghimbau jangan gunakan cara haram dan syubhat demi kepentingan kelompok sendiri," tegasnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini kami sudah mengumpukan banyak bukti dan saksi. Jika praktek tersebut tidak dihentikan maka akan kami lapor ke pihak yang berwenang demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas di Aceh Selatan.

Diketahui, selain Sekretaris SADAR Cabang Aceh Selatan, Tengku Ilham Mirsal, MA. Penyesalan dan kekecewaan juga dialami oleh banyak peserta, diantaranya Tgk. Sulaiman Subhi mengatakan bahwa kalau memang kampanye kenapa tidak jujur saja, kenapa harus buat alasan pembagian SK.

Ditambahkan lagi, kecewaan peserta atas tidak transparansinya panitia terhadap anggaran yang digunakan untuk acara tersebut. Karena sebahagian diberi uang saku dan sebahagian tidak.

"Apakah uang saku hanya diberikan kepada peserta yang bersedia jadi timses saja? Karena selesai acara langsung ada kegiatan timses," ungkap kecewa yang mendalam salah satu peserta, Tgk. Tasman.[Tim]

Baca Juga