LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil

JAKARTA - Lembaga Survei Indo Barometer menggelar survei evaluasi 20 tahun reformasi dan mengukur tingkat keberhasilan pemimpin. Hasilnya, Soeharto dinilai jadi presiden yang paling berhasil. 

Survei digelar di 34 provinsi pada 15-22 April 2018. Sampel dalam survei sebanyak 1.200 responden dengan margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. 

Sebanyak 32,9% masyarakat menilai Soeharto berhasil memimpin Indonesia. Posisi kedua ditempati Sukarno (21,3%), dan ketiga ditempati Joko Widodo (17,8%). 

"Kalau yang ditanya siapa pemimpin paling berhasil jawaban tertinggi publik adalah Soeharto, kedua Soekarno, ketiga Jokowi, dan disusul oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari dalam rilis hasil survei di Hotel Harris Suite, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018). 

Pertanyaannya bagaimana Pak Harto masih ada dan ikut pemilu. Saya kira-kira bayangannya seperti Mahathir, walaupun perbedaannya Mahathir turunnya elegan dan Pak Soeharto nggak elegan. Tapi tidak elegan itu tidak mempengaruhi persepsi publik saat ditanya siapa Presiden terbaik mayoritas masih menjawab Pak Soeharto lebih baik," imbuhnya. 

Mengenai kondisi Indonesia saat orde baru dan reformasi tidak jauh berbeda dalam survei. Ada 36,3% publik yang puas kondisi Indonesia saat reformasi dan 32,6% menilai kondisi saat orde baru lebih baik. 

"Sebanyak 36,3 persen publik menilai kondisi Indonesia pada masa reformasi lebih baik dibanding pada masa orde baru dan orde lama. Namun, tidak jauh berbeda dengan publik yang menilai di masa orde baru lebih baik yakni sebanyak 32,6 persen. Sedangkan yang menilai masa reformasi dan masa orde baru sama-sama baik sebanyak 8,6 persen," jelas Qodari. 

"Untuk tingkat kepuasan publik terhadap masa reformasi yang telah berjalan 20 tahun ini, publik mayoritas menjawab cukup puas sebanyak 58,5 persen dan yang menjawab kurang puas atau tidak puas sama sekali sebanyak 31,3 persen, yang tidak tahu atau tidak jawab ada 10,2 persen," lanjutnya.[DetikNews.com]

Baca Juga