LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Peusaba Tolak Rencana PLTA Sampah di Gampong Jawa

BANDA ACEH - Ketua Peusaba (Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh), Mawardi Usman mengutuk dan menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Gampong Jawa.

Kawasan itu sudah diteliti Georadar dan dibawah gunung sampah  terdapat pondasi "Istana" dan di kawasan IPAL terdapat makam Raja dan Ulama era Kesultanan.

Menurut Mawardi, jika sampai pembangkit tenaga sampah dilakukan maka akan ada penggalian di kawasan situs sehingga dapat menghancurkan situs di kawasan bekas komplek Istana Darul Makmur. Belum lagi kawasan Gampong Jawa di pinggir laut dan sungai sehingga tidak baik dan bisa mencemari lingkungan.

"Kawasan itu cocok untuk kawasan wisata bukan kawasan sampah. Sebab kawasan itu kawasan padat yang dilalui orang dan juga kawasan bersejarah Aceh," tegas Peusaba kepada LintasAtjeh.com, Selasa (05/06/2018).

Peusaba mengusulkan agar sampah di Gampong Jawa dipindahkan semua ke Blang Bintang. Sampah yang lebih banyak bisa digunakan sebagai tenaga listrik untuk kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, jadi jangan dipaksakan di Gampong Jawa.

Peusaba juga meminta keterlibatan Turki dan Belanda dalam pemetaan kembali kawasan Kesultanan Aceh Darussalam. 

"Sebab banyak tanah kawasan wakaf Kesultanan berpindah tangan tanpa jelas arahnya. Belanda dan Turki memiliki data lengkap masa lalu tentang Aceh. Kalau memang perlu masalah kawasan Istana Kesultanan Aceh baik Darod Donya dan Darol Makmur bisa dibawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag untuk memutuskan sejauh mana kawasan Kesultanan Aceh dulunya dan ini sangat membutuhkan data dari Turki dan Belanda," ungkap Mawardi.

Peusaba bukan menolak hadirnya proyek-proyek untuk kemaslahatan rakyat Aceh, namun kita bangsa Aceh Bangsa yang beradab dan menyandang daerah Serambi Mekkah. Maka layaklah kita menghormati  peninggalan indatu kita sebagai bukti kita adalah bangsa Aceh yang tercatat sebagai 5 besar dunia pada masa lalu.

"Dengan ini juga kita harus melihat dengan jeli bagaimana mengkondisikan lokasi supaya kita selamat dari segala sisi. Mari kita selamatkan peninggalan yang ada sembari membangun teknologi untuk kemaslahatan bangsa ini. Jangan justru jadi bangsa yang mundur dengan menghancurkan warisan indatu," tegas Mawardi Usman.[*]

Baca Juga