LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Panglima Yatim: Irwandi Yusuf Ditangkap KPK Bagaikan Bandit


BANDA ACEH - Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh, Selasa (03/07/2018), Panglima Yatim Rafiq mengharapkan pihak KPK agar dapat memberikan penjelasan lebih lugas dan tegas.

"Karena banyak masyarakat menduga Irwandi Yusuf tertangkap tangan saat menerima uang dugaan suap. Namun realitanya Irwandi Yusuf dijemput di Pendopo Gubernur dan langsung digelandang ke Polda Aceh untuk diperiksa," terang Panglima Yatim Rafiq kepada LintasAtjeh.com, Kamis (05/07/2018).

Kalimat Operasi Tangkap Tangan, menurutnya sangat rancu. Karena Irwandi Yusuf tidak menerima uang atau sedang melakukan traksaksi apapun. Kita sangat mendukung dan menghormati tugas KPK dalam hal operasi pemberantasan korupsi khususnya di Aceh sebagai daerah otonomi namun hal ini perlu dikaji ulang dan jangan semena-mena dalam melaksanakan tugasnya.

"Tegakkan keadilan dengan hakiki dan berperikemanusiaan dengan mengedepankan azaz praduga tak bersalah. Penangkapan ini diduga adanya unsur kriminalisasi dan sarat kepentingan politik. Tentunya telah menciderai perjanjian damai di Aceh," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, Irwandi Yusuf merupakan salah satu tokoh yang fenomenal di Aceh. Sudah banyak terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh beliau, mulai dari program beasiswa dan bantuan dana pendidikan untuk anak yatim, JKA Plus dan hal lainnya.

"Jika hal ini tidak disikapi secara arif dan bijaksana saya sangat khawatir akan berpotensi menimbulkan konflik kembali. Masyarakat di Aceh akan terpecah baik yang pro maupun kontra. Bahkan perbincangan sebagian warga Aceh di warung-warung terkesan penangkapan Irwandi Yusuf sudah direncanakan," terangnya lagi.

Kemudian kata Panglima Yatim, banyak kasus-kasus korupsi lainnya di Aceh seperti kabar berita tentang penyelewengan dana beasiswa pendidikan sampai milyaran rupiah belum tersentuh. Apakah benar Irwandi Yusuf tergiur dengan dana cuma Rp.500 juta saja?

"Belum lagi saat dilakukan evakuasi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diangkut bagaikan teroris yang telah membunuh ratusan nyawa dengan pengawalan super ketat menggunakan panser," sebutnya lagi.

"Kami meminta Lembaga KPK, untuk mengklarifikasi Irwandi Yusuf bukan tertangkap tangan, tapi beliau ditangkap di Pendopo Gubernur Aceh. Jangan cepat menghukum orang lain sebelum proses pembuktian hukum di pengadilan," sindirnya.

Dijelaskan juga, KPK harus bekerja secara independen tanpa ada tekanan dari pihak manapun.Pihak KPK harus memahami bahwa Aceh tidak sama dengan daerah lain dalam menyikapi persoalan yang timbul.

"Karena Aceh masih sangat perlu pembinaan dalam segala aspek kehidupan pasca perdamaian antara GAM dan RI, demi menjaga perdamaian tersebut secara berkesinambungan," demikian tegas Sab. Rafiq Sabri yang akrab disapa Panglima Yatim.[Red]

Baca Juga