LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

HUT TNI ke 73, Kodim 0117/Atam Laksanakan Upacara Secara Khidmat

ACEH TAMIANG - Hari ini Jumat 05 Oktober 2018, Institusi 'Pertahanan' Negara Kesatuan Republik Indonesia, bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang lahir atau terbentuk pada 05 Oktober 1945 lalu, telah berusia 73 tahun.

Dalam rangka memperingari 'Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-73', dengan usungan tema "Profesionalisme TNI untuk Rakyat", Personel TNI yang sedang menjalankan tugas negara di wilayah satuan teritorial Kodim 0117/Aceh Tamiang melaksanakan upacara secara khidmat.

Upacara dilaksanakan di halaman Makodim 0117/Aceh Tamiang, yang bertepat di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup), yakni Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0117/Aceh Tamiang, Mayor Inf A. Yani, dan sebagai Komandan Upacara, Danramil 04/Bendahara Kapten Inf M. Rizal.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0117/Aceh Tamiang, selaku Inspektur Upacara membacakan amanat tertulis Panglima TNI. Mengawali amanatnya, disampaikan bahwa Upacara HUT TNI ke-73 ini dilaksanakan secara serentak dan khidmat di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Lanjut Kasdim, Panglima TNI mengajak semua lapisan agar memanjatkan doa untuk meringankan beban yang menimpa saudara-saudara di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. TNI bersama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu, berupaya sekuat tenaga untuk meringankan beban yang diderita para korban.

TNI juga mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan TNI dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan.

Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini maupun di masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknologi global telah menciptakan ruang atau dimensi peperangan baru.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan tambahnya, TNI 1juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir-akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Tugas lain yang tak kalah penting adalah, membantu pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat dalam pengamanan event-event strategis nasional dan internasional.

Panglima TNI juga menekankan lima pedoman yang harus dilaksanakan seluruh TNI, yakni memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempertahankan dan meningkatkan solidaritas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menutup amanatnya, Panglima TNI berpesan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, memantapkan netralitas TNI, baik secara individu maupun satuan dalam pelaksanaan pemilu pada tahun 2019 mendatang, serta menjalani setiap tugas secara ikhlas. 

Dirgahayu ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2018.[ZF]

Baca Juga