Ketua FPRM: Alhamdulillah, Ketua DPD APDESI Aceh Sudah 'Sadar'

ACEH TAMIANG - Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh mengucapkan kata Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena setelah munculnya berita berjudul: Foto Profil Akun FB 'DPD APDESI Aceh' Bukan Logo Organisasi, FPRM: Lebay, yang dipublikasikan oleh media online LintasAtjeh.com, edisi Selasa (18/04/2017) kemarin, Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Provinsi Aceh, Wilda Muklis SH.I, terlihat menyadari bahwa memposting foto dirinya, juga isteri serta anak-anaknya pada foto profil dan foto sampul akun facebook (FB) atas nama organisasi DPD APDESI Aceh adalah sikap yang terkesan lebay.  

Buktinya, beberapa jam setelah dipublikasikan berita rilis dari dirinya oleh media online LintasAtjeh.com, maka foto profil dan foto sampul di akun FB atas nama organisasi DPD APDESI Aceh tidak lagi terlihat postingan foto sang ketua Wilda beserta isteri dan anak-anaknya, karena telah diganti dengan postingan foto logo organisasi DPD APDESI, yang berlambangkan burung garuda diapit padi dan kapas.

Demikian ungkap Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin kepada LintasAtjeh.com, melalui WhatsApp (WA) Message, Rabu (19/04/2017) malam.


Nasruddin juga menjelaskan, berita rilis yang berjudul Foto Profil Akun FB 'DPD APDESI Aceh' Bukan Logo Organisasi, FPRM: Lebay, sengaja dikirimkan agar dapat dipublikasikan dengan tujuan sebagai pesan pengingat antara sesama organisator sehingga Ketua DPD APDESI Aceh mampu membangun potensinya secara cerdas dan tidak lemah berfikir saat menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Mantan aktivis '98 tersebut turut menerangkan bahwa sosok Wilda yang saat ini menduduki jabatan sebagai Datok Penghulu Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang terindikasi kuat sebagai seorang organisator yang sok hebat dan elergi terhadap kritikan, sehingga diduga bahwa dirinya suka melecehkan pihak-pihak yang melontarkan kritikan dan berbeda pandangan dengan dirinya.

Oleh karena hal itu, kata Nasruddin, rilis berita dirinya yang dikirim ke media online LintasAtjeh.com kemarin, selain bertujuan untuk menyampaikan himbauan 'cerdas' kepada Wilda, juga sebagai upaya melakukan pendeteksian secara nyata tentang tingkatan emosional yang muncul dari diri seorang Wilda ketika membaca berita bersifat kritikan dari saya.

Sekedar pemberitahuan kepada Wilda, terang Nasruddin lagi, saat Wilda bertemu dengan wartawan LintasAtjeh.com Biro Aceh Tamiang di salah satu cafe di kawasan Kuala Langsa, pada Jum'at (14/04/2017) malam, dan dipertanyakan tentang munculnya berita terkait penggunaan ADD Kampung Ie Bintah yang diduga tidak tepat sasaran, saat itu secara kebetulan dirinya sedang berada disamping wartawan LintasAtjeh.com.

"Jujur! Saya sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Wilda bahwa munculnya berita terkait penggunaan ADD Kampung Ie Bintah yang diduga tidak tepat sasaran, karena ulah dari anak-anak yang tidak ada kerjaan. Wilda terkesan sangat menyepelekan pihak wartawan yang membuat berita tersebut. Bukankah bahasa yang dilontarkan oleh Wilda tersebut terindikasi sebagai bahasa penghinaan dan juga hasutan? Atas dasar itulah, selaku Ketua FPRM Aceh, saya akan berupaya semampu saya untuk mengajarkan Wilda tentang etika dalam menjalankan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkas Nasruddin.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ketua DPD APDESI Aceh, Wilda Muklis SH.I, mengatakan bahwa sebab dirinya tidak menepati janji untuk memberikan keterangan kepada LintasAtjeh.com terkait pertanyaan tentang postingan foto dirinya, juga isteri serta anak-anaknya pada foto profil dan foto sampul akun facebook (FB) atas nama organisasi DPD APDESI Aceh, pada Selasa (18/04/2017) kemarin, karena ada kesibukan pelaksanaan acara dakwah Isra Mi'raj di Kampung Ie Bintah.

Wilda juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengundang wartawan LintasAtjeh.com dengan alasan, dirinya baru mengetahui bahwa akan ada pelaksanaan acara dakwah Isra Mi'raj pada Selasa (18/04/2017) malam, di kampung yang datok penghulunya adalah dirinya sendiri karena baru mengetahui informasi itu saat siang hari, menjelang sore.

Dan ketika ditanya, apakah dirinya merasa keberatan atau marah atas munculnya berita  berjudul: Foto Profil Akun FB 'DPD APDESI Aceh' Bukan Logo Organisasi, FPRM: Lebay, yang dipublikasikan oleh media online LintasAtjeh.com, edisi Selasa (18/04/2017) kemarin? Sembari tertawa Wilda mengatakan tidak marah.  

"Saya tidak marah, namun saya mengharapkan semoga pemberitaan terhadap saya tidak bersifat memecah belah," demikian kata Ketua DPD APDESI Aceh, Wilda Muklis SH.I.

Sementara itu ditempat terpisah, Sekretaris LSM GEMPUR, Syahri El Nasir S.Kom, menyampaikan rasa salut dirinya atas sikap cerdas Ketua DPD APDESI Aceh, Wilda Muklis SH.I, yang telah menyadari bahwa memposting foto dirinya, juga isteri serta anak-anaknya pada foto profil dan foto sampul akun FB atas nama organisasi DPD APDESI Aceh adalah perlakuan yang tidak elok, lalu merubah dengan postingan logo organisasi APDESI.

Namun, kata Syahri El Nasir, dirinya tidak setuju terhadap tingkah Wilda yang semena-mena melakukan tuduhan dan melontarkan kata-kata jorok kepada Ketua KNPI Aceh Tamiang, Adlin Nur setelah beberapa jam munculnya berita tersebut.

"Adlin Nur adalah kawan saya dan Wilda adalah adik saya. Sebagai pihak penengah, saya telah berusaha meminta klarifikasi dari kedua pihak dan saya nyampaikan himbau kepada Wilda agar berani mengakui kekeliruannya dan siap untuk meminta maaf kepada Adlin Nur. Jika Wilda tidak mau meminta maaf maka Wilda pantas disebut sebagai perilaku yang berupaya melakukan pemecah belah antara sesama," terang Syahri El Nasir.[Zf]

Baca Juga