Lintasatjeh.com - Pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 telah dilaksanakan serentak secara nasional. Namun, pelaksanaan pemilu tahun ini umumnya di Aceh khususnya di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara dinilai tidak sakral sebagaimana yang diharapkan oleh rakyat."Saya melihat Pemilu tahun ini biasa-bisa saja, dan masih seperti tahun sebelumnya," demikian dikatakan Direktur LSM Sahara, Dahlan M.Isa, kepada Lintasatjeh.com, Sabtu (12-4-2014).
Seharusnya, pelaksanaan pemilu bisa berjalan sakral sebagaimana yang diharapkan oleh rakyat. Tapi, praktik intimidasi, pengancaman dan teror kembali terjadi seperti pemilu yang silam.
Dia menyebutkan, berdasarkan amatannya di lapangan pelaksanaan pemilu legislatif tahun ini kesannya diarahkan untuk memilih partai politik tertentu baik mulai di tingkat DPR RI, DPD RI, DPRA dan DPRK.
"Secara kasat mata praktik itu memang ada, dan itu sudah menjadi rahasia umum, bahkan di media banyak diberitakan," ucapnya.
Untuk itu, diminta kepada penegak hukum agar bersikap tegas, dan menindak sesuai hukum yang berlaku jika menemukan kecurangan-kecurangan dalam proses tahapan dan pelaksanaan pemilu kali ini. Sebab, pemilu adalah jalan untuk merubah nasib bangsa dan rakyat agar menjadi lebih baik.
"Penentuan nasib bangsa dan rakyat ada di sini," tutupnya.
Laporan Samsul Arifin | Lhokseumawe



.jpg)




