Lintasatjeh.com – Razali Yusuf selaku ketua
lembaga Acheh Future menganggap potensi kemenangan partai Aceh merupakan titik
lanjutan untuk memperjuangkan perjanjian MoU Helsinky. Kendatipun demikian
suluruh eleman masyarakat Aceh diharapkan bisa menyatu menyelenggarakan
perdamaian di Aceh dari konflik kelompok tertentu.
“Aceh
sudah menyukseskan pemilihan legeslatif kemarin, ini potensi yang sangat baik
untuk mewujudkan MoU Helsinki, maka oleh karena itu rakyat harus bersatu,” kata
Razali Yusuf kepada wartawan, Kamis (10/04).
Lembaga
Acheh Future meminta kepada caleg-caleg terpilih baik di kursi DPR RI, DPD,
DPRA dan DPRK untuk saling bahu membahu membangun Aceh kedepan. Keingininan rakyat
Aceh menurutnya ingin hidup rukun dan sejahtera dibawah pemerintahan sendiri.
“Keinginan
pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk menyukseskan MoU, ini harus mendapatkan
dukungan penuh dari bangsa aceh. Karena gagalnya MoU sama juga gagalnya damai
yang telah berlangsung selama ini,” jelas Razali.
“Baju
boleh beda, namun fikiran harus sama demi masa depan Aceh,” kata tandasnya.
Kepada
calon wakil rakyat yang terlah dipilih dalam pesta demokrasi kemarbekerjasama
dengan baik, ini Ia menghimbau, agar bisa berbaur dan sama-sama membangun aceh,
pasalnya yang terpenting bagi Aceh adalah menyukseskan butir-butir perjanjian Helsinky
untuk di qanun Aceh kan.
“Kita
satu bangsa, satu keinginan yang sama, biarpun hari ini kursi DPA Aceh tidak
sepenuhnya oleh PA, kita harapkan semua wakil yang non dari parnas maupun
parlok lainnya harus memiliki misi yang sama yaitu berdamai dan sama-sama
menyukseskan MoU,” demikian tutur Razali.



.jpg)





