ACEH TIMUR - Kapal KM Putra Idi beberapa hari lalu, hilang dalam perjalanannya. Hingga kini korban hilang di laut lepas yang berjarak 50 mil dari daratan Aceh Timur, belum ditemukan. Tim SAR dan Basarnas, Senin (20/10), telah menghentikan pencarian korban hilang KM Putra Idi.
Penghentian pencarian itu dilakukan oleh Tim SAR dan Basarnas Aceh Timur, dengan alasan kekurangan dana operasional. Namun Tim SAR dan Basarnas masih berupaya menerima laporkan apabila dari nelayan ada yang melihat dan mendapatkan puing-puing kapal tersebut.
Sekretariat Tim SAR Aceh Timur, Herman kepada wartawan, Senin (20/10), menyatakan bahwa pencarian terhadap korban tenggelammya kapal KM Putra Idi tersebut telah dihentikan, namun pihaknya masih berupaya menerima informasi dari nelayan yang mengetahui keberadaan para korban hilang tersebut.
"Setelah lima hari kami melakukan pencarian terhadap korban kapal tenggelam di perairan lepas yang berjarak 50 mil dari daratan kini telah kami hentikan. Penghentian itu kami lakukan karena Tim SAR tidak memiliki dana pengoperasian lagi, akan tetapi Tim SAR dan Basarnas terus berupaya untuk mencari informasi keberadaan kapal dan korban itu dari nelayan," sebut Herman.
Sementara itu, keluarga korban merasa kecewa dengan penghentian pencarian terhadap korban hilang ini. Karena keluarga korban sangat berharap kepada pihak terkait, khususnya kepada Tim SAR Aceh Timur dan Basarnas Aceh untuk berjuang dan berusaha lagi dalam melakukan pencarian, bukan malah menghentikan pencarian.
"Kami keluarga korban sangat kecewa kepada Tim SAR Aceh Timur Dan Basarnas Aceh, kami sudah sangat berharap kepada kalian yang memiliki kapasitas dalam melakukan pencarian. Kami sudah pasrah dengan kondisi korban, tapi yang kami harapkan, kalian sebagai Tim yang dipercayai oleh pemerintah dan masyarakat bisa bekerja semaksimal mungkin untuk mencari korban," ujar Heriansyah.(ar)



.jpg)




