-->

Tulis Proyek Terindikasi KKN, Ketua TPK Desa Buket Seuraja Hina Wartawan

09 November, 2014, 21.40 WIB Last Updated 2014-11-10T01:38:54Z
ACEH TIMUR - Akibat terungkapnya berbagai indikasi KKN yang dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dan ditambah lagi dengan terangkatnya permasalahan tersebut ke media massa, membuat "berang" Ketua TPK.

Pasalnya, kegiatan yang dilakukan terindikasi banyak penyelewengan yakni berupa pembangunan saluran pembuang 310 M dan 2 unit plat beton program PNPM Tahun Anggaran (TA) 2014, di Desa Buket Seuraja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Ketua TPK berang karena wartawan telah mengangkat berita tentang permasalahan pada program PNPM Buket Seuraja. Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga Desa Buket Seuraja, Sariadi, Minggu, (9/11/14).


"Beberapa waktu yang lalu, A. Yani, selaku Ketua TPK sengaja menjumpai saya dan sembari mengomel, dia menyuruh saya untuk menyampaikan kepada pihak wartawan yang mengangkat berita tentang permasalahan pada program PNPM Buket Seuraja, dengan ungkapan wartawan ek boh, (bahasa penghinaan_red)," katanya. 

Menurut Sariadi, saat itu Ketua TPK terlihat sangat berang terhadap Zulfadli Idris, wartawan yang mengangkat berbagai indikasi kejahatan pidana pada pelaksanaan pembangunan saluran pembuang 310 M dan 2 unit plat beton program PNPM Tahun Anggaran (TA) 2014, di Desa Buket Seuraja.


Sedangkan, Zulfadli Idris ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa memang benar dirinya wartawan yang mendapat penghinaan dari Ketua TPK Buket Seuraja. "Silahkan saja oknum Ketua TPK yang terindikasi melakukan KKN tersebut, memainkan jurus marah-marah dan melontarkan berbagai ungkapan penghinaan kepada saya, yang penting dia harus mampu mempertanggungjawabkan proyek yang dikerjakannya," ujarnya.

"Jika nantinya dia tidak mampu mempertanggungjawabkan atas segala kemarahan dan penghinaan yang selama ini dia lontarkan kepada saya. Saya hanya berpesan pada dirinya agar paham tentang bunyi dari Pasal 310 dan 315 KUH Pidana, beserta UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Masa seorang ketua TPK yang berlatar belakang seorang pendidik, terkesan goblok !" demikian kata Zulfadli Idris.

Sementara itu Ketua TPK Desa Buket Seuraja, A. Yani, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, hanya mengangkat hpnya sesaat lalu dimatikan kembali.(ar)



Komentar

Tampilkan

Terkini