-->

Lippo Group Sumbang Rp 1,5 Miliar untuk 10 PTN

02 Desember, 2014, 14.34 WIB Last Updated 2014-12-02T07:34:59Z
JAKARTA - Lippo Group kembali memberikan bantuan bagi mahasiswa berprestasi (BMB) sebesar Rp 1,5 miliar untuk 10 perguruan tinggi negeri (PTN). Kesepuluh PTN penerima BMB adalah Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, Universitas Palangka Raya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Kalimantan, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Negeri Makassar, dan Politeknik Negeri Nusa Utara.

Chairman Lippo Group Mochtar Riady mengatakan bantuan pendidikan dari Lippo Group adalah wujud komitmen perusahaan dan keluarganya dalam pengembangan pendidikan. Baginya, pendidikan akan menentukan nasib suatu bangsa.

"Ayah saya selalu mengingatkan kepada saya bahwa suatu keluarga akan bisa besar, bisa makmur sangat tergantung kepada pendidikan anak. Suatu perusahaan bisa berkembang sangat tergantung manusia yang berkualitas. Suatu bangsa bisa menjadi jaya dari pendidikan nasional," kata Mochtar saat penyerahan BMB di Gedung Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (2/12).

Hadir dalam acara tersebut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Muhammad Nasir, CEO Lippo Group James Riady, Direktur Berita Satu Media Holdings John Riady, Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan Parapak, dan sejumlah komisaris Lippo Karawaci, yaitu Soerjadi Soedirja, Adrianus Mooy, dan Sutiyoso.

Mochtar mengungkapkan komitmen Lippo Group dalam pendidikan juga ditunjukkan melalui pembangunan sekolah dan perguruan tinggi (PT). Sampai 2014, Lippo Group sudah mendirikan 30 Sekolah Lentera Harapan, 10 Sekolah Dian Harapan, dan sejumlah Universitas Pelita Harapan.

"Sekolah Lentera Harapan ada di berbagai daerah terpencil. Ini sekolah free, zero biaya. Kita juga punya lebih dari 10 Sekolah Dian Harapan, ini lebih baik sedikit dari SMU," kata Mochtar.

Mochtar mengungkapkan Lippo Group juga memandang penting riset, sebagaimana fokus pemerintah untuk menyatukan pendidikan dan riset. Itulah sebabnya dilakukan pendirian Mochtar Riady Institute for Nanotechnology.

Mochtar menambahkan pengelolaan PT membutuhkan bussiness sense. Artinya, bukan untuk mencari uang, melainkan untuk meningkatkan efisiensi PT. Mochtar pernah terpilih sebagai ketua Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia (UI) periode 2002-2007.

"Saat saya masuk UI hanya ada catatan tapi tidak ada pembukuan. Saya set up enam bulan untuk pembukuan di UI, dimulai dari FISIP. Setelah itu, pendapatan UI mulai meningkat. Dari Rp 240 miliar saat saya masuk UI menjadi Rp 800 miliar saat saya tinggalkan UI," ujarnya.

Investasi
Sementara itu, Menristekdikti M Nasir mengatakan bantuan Lippo Group adalah investasi untuk membangun anak bangsa ke depan. "Bantuan ini bisa dikembangkan terus-menerus. Karena jumlah penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi baru 30 persen," ucap Nasir.

Sedangkan, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan BMB diberikan kepada mahasiswa berprestasi dengan latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi. Besarannya Rp 150 juta untuk setiap PTN per tahun.

"Program-program corporate social responsibility Lippo Group dilaksanakan dalam berbagai bidang kehidupan secara berkesinambungan," kata Theo. (beritasatu)
Komentar

Tampilkan

Terkini