-->








Ketika Alam Berbicara: "Rawa Jadi Sungai"

17 Januari, 2015, 21.06 WIB Last Updated 2015-01-17T14:07:00Z
LHOKSUKON - Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara khususnya Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Baktiya, dan Tanah Jambo Aye semakin dihebohkan dengan adanya fenomena rawa yang menjadi sungai.

Rawa yang diperkirakan dengan luas sepuluh hektare itu terletak di sebelah perbukitan dan jauh dari pemukiman penduduk. Tepatnya di Gampong Cinta Makmur Unit Enam, Buket Hagu Lhoksukon, Aceh Utara.

Sebagaimana penelusuran lintasatjeh.com, Sabtu (16/01/2015). Rawa yang telah menjadi sungai ini mempunyai lebar sekitar 60 meter. Sedangkan kedalamannya jika diukur dari pinggir rawa ini berkedalaman sekitar lima meter. Namun, belum diketahui berapa panjangnya rawa yang berubah menjadi sungai ini.

Sedangkan untuk menuju ke lokasi fenomena itu, harus ekstra hati-hati dan menghabiskan banyak energi. Jalan setapak disertai lahan yang gambut dan dipenuhi rawa justeru mengancam nyawa.

Awalnya, warga seakan tidak percaya dengan fenomena itu yang muncul secara tiba-tiba pada 27 Desember 2014 lalu. Isu tentang fenomena itupun semakin tersebar di tengah masyarakat. Dan akhirnya, wargapun beramai-ramai mengunjungi lokasi fenomena tersebut.

Warga setempat yang juga penjaga kebun, Abdullah Ali (50), mengatakan, bahwa sebelum fenomena itu terjadi lahan tersebut masih dalam kondisi tanah kering dan bahkan sudah ditanami ratusan pohon sawit yang usianya masih tiga tahun atau tinggi pohon sekitar tiga meter.

“Ini memang benar-benar terjadi, bukan rekayasa. Sehari sebelum jadi sungai, lahan ini masih rawa semak belukar. Dan sebagian ditanami sawit. Kondisinya benar-benar masih kering, namun entah asalnya darimana sehingga tiba-tiba rawa itu berubah menjadi sungai,” ungkap Abdullah Ali.

Pengakuan serupa juga disampaikan Tokoh Masyarakat setempat, Radikum. Ia mengaku langsung terjun ke lokasi setelah mendengar informasi tentang fenomena ini. Awalnya, aroma bau amis tercium olehnya.

“Sempat tercium bau yang sangat amis ketika pertama kali saya melihat langsung fenomena ini. Siapa sangka jika rawa tiba-tiba berubah menjadi sungai,” ucapnya kepada lintasatjeh.com.

Dari amatan lintasatjeh.com di lokasi, meskipun jarak tempuhnya sangat sulit dilalui, tempat fenomena ini kini malah menjadi pusat perhatian warga. Banyak warga yang tiada hentinya mengunjungi lokasi tersebut karena penasaran.

Dari pusat ibukota Lhoksukon, lokasinya berjarak sekitar 30 kilometer. Dan terletak di perbatasan Lhoksukon, Baktiya, dan Cot Girek. Jalur menuju akses itupun dipenuhi banyak semak belukar, sehingga tak jarang pengunjung yang jatuh ke lumpur. [Rul]
Komentar

Tampilkan

Terkini