-->








Matangkuli Kembali Dilanda Musibah Banjir

14 Januari, 2015, 14.27 WIB Last Updated 2015-01-14T07:27:44Z

LHOKSUKON – Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara kembali dilanda musibah banjir. Banjir kali ini akibat hujan intensitas hujan yang mengguyur Sanka Kabupaten Bener Meriah hingga mengakibatkan meluapnya sungai Krueng Keureuto.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Matangkuli, terdapat 19 gampong (desa-red) yang terendam banjir yaitu, Gampong Mee, Baro, Parang Sikureng, Tanjong Tgk Ali, Blang, Punti, Hagu, Meuria, Alu Tho, Tumpok Barat, Aleu Entok, Tanjong Tgk Kari, Teungoh Seuleumak, Lawang, Siren, Tanjong Haji Muda, Beuringen, Cebreuk, dan Pante Pirak.

“Ketinggian air rata-rata mencapai 60 centimeter,” kata Camat Matangkuli, T. Azwar, SE, yang dikonfirmasi lintasatjeh.com, di ruang kerjanya, Rabu (14/1).

Dalam sebulan terakhir, masih kata Azwar, sudah 20 kali kecamatan Matangkuli dilanda musibah banjir. Menurutnya, banjir yang terjadi hari ini (Rabu-red) masih terbilang dalam kategori biasa, sebab gampong ini memang sudah menjadi langganan banjir bila musim penghujan tiba baik hujan local maupun banjir kiriman.

Dia menyebutkan, ada gampong yang paling parah terjadi di gampong Alue Tho, Hagu, Tumpok Barat, Tanjong Haji Muda, dan Lawang. Namun hingga saat ini belum ada yang mengungsi.

Pun begitu, pihaknya mengharapkan pemerintah agar segera menyelesaikan pembangunan waduk, serta menormalisasikan aliran air sungai dan membangun tanggul agar musibah banjir dapat terminimalisir.

Pantauan di lokasi, sebagian warga sudah mulai mengungsi ke tempat yang aman. Namun sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah setempat.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Drs Jailani, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi banjir untuk memantau kondisi masyarakat setempat. Pihaknya mengaku akan menyalurkan bantuan bila nanti ada warga yang mengungsi. [01]
Komentar

Tampilkan

Terkini