-->








Kawanan Lembu Berhamburan Dirazia Satpol PP

19 Februari, 2015, 09.49 WIB Last Updated 2015-02-19T09:21:36Z
MAMUJU UTARA - Perda penertiban ternak yang diberlakukan pemerintah daerah Mamuju Utara sejak dua bulan terakhir tak mendapat respon positif warga. Meski razia penertiban ternak gencar dilakukan kawanan sapi tetap saja bebas berkeliaran hingga memasuki Markas Polres hingga kantor bupati setempat.

Ancaman sanksi di tempat tanpa teguran terlebih dahulu tidak membuat pemilik ternak gentar dan mengandangkan ternak mereka. Untuk menertibkan ternak seperti sapi dan kambing yang berkeliaran di kota mamuju utara hingga menjarah sampai ke kantor polres dan kantor bupati mamuju utara/ pemerintah setempat tidak hanya melibatkan Satpol PP berburu kawanan sapi yang berkeliaran di kota, petugas Polres Mamuju Utara pun dilibatkan untuk berburu sapi.

Lihat saja kawanan puluhan ekor sapi yang merambah masuk ke Mapolres dan kantor bupati Mamuju Utara. Meski sudah kerap dilakukan razia dan pemiliknya dikenai sanksi tak membuat warga jera.

Kawanan sapi yang berkeliaran masuk kota juga sudah lama dikeluhkan warga karena tak sedikit kasus kecelakaan lalulintas di jalan raya dipicu banyaknya sapi yang berkeliaran siang dan malam hari di kota Mamuju Utara.

Sapi yang sudah belasan kali terjaring razia ini pun tampaknya sudah sangat akrab dengan baju dinas petugas Satpol PP yang kerap memburu dan menangkapnya. Saat melihat petugas berseragam polisi dan Satpol PP kawanan sapi yang mencari makan rumput di halaman Mapolres dan kantor bupati matra langsung berhamburan menghindari petugas.

Sapi-sapi yang terjaring razia ini langsung diangkut ke kandang ternak milik pemda Mamuju Utara. Namun, mengangkut satu ekor sapi ke kandang pemda bukan perkara mudah, sapi-sapi yang sudah berpengalaman terjaring razia ini memberontak sekuat tenaga agar tak digiring petugas.

Ade Yusuf Sumantri, petugas Satpol PP Mamuju Utara menegaskan penertiban ternak yang berkeliaran masuk kota siang dan malam akan terus dilakukan. Bagi warga yang sapinya terjaring razia tidak akan mendapat ampun. Mereka langsung dikenai sanksi tanpa harus ditegur terlebih dahulu.

Menurut Sumantri petugas tak akan memberi toleransi lagi melainkan langsung disanksi di tempat tanpa memandang bulu.

"Sekarang tak ada toleransi lagi. Bagi ternak yang terjaring razia pemiliknya langsung dikenai sanksi denda tanpa teguran lagi," ujar Ade.

Penertiban yang melibatkan polisi dan Satpol PP akan terus digencarkan lantaran sapi yang berkeliaran siang dan malam hari tidak hanya merusak tanaman tapi juga membahayakan dan menganggu ketertiban kota dan sering menyebabkan kecelakaan pengendara. [kompas]
Komentar

Tampilkan

Terkini