-->

Biadab! Ternyata Fatima Tewas Dibunuh Abang Ipar

26 Juni, 2015, 23.43 WIB Last Updated 2015-06-26T16:59:57Z
ACEH TAMIANG - Seorang karyawan perusahaan perkebunan PT. Beutami, bernama Yusmiadi dikejutkan adanya mayat wanita yang tewas mengenaskan di sebuah alur (bawah jembatan_red), yang berlokasi di areal Perkebunan PT. Betami, Dusun Paya Kelempai, Desa Kebun Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis pagi (25/6/2015) kemarin.

Korban diketahui bernama Fatima (36), dan alamat asal Dusun Sentosa, Desa Pelita Sagop Jaya, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Namun kampung asli korban beralamat di Desa Kresik, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Setelah mendapat laporan terkait peristiwa sadis tersebut, pihak kepolisian langsung mengevakuasi mayat, dan kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan cara menyerap infomasi dari berbagai pihak yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan korban.

Polisi juga menyerap informasi dari warga setempat terkait adanya isu bahwa selama ini korban sering dekat dengan salah seorang abang iparnya bernama Slamet Siran (52).

Dikabarkan juga, adanya informasi "bisik-bisik" dari beberapa warga bahwa korban yang selama ini sedang pisah ranjang dengan suaminya, menyembunyikan masalah yang sangat serius dengan kakak laki-laki dari suaminya yang juga lagi jauh dari isterinya (sedang bekerja di Malaysia_red).

Demikian disampaikan kakak kedua dari pihak korban, Faridah Hanum, kepada lintasatjeh.com, Jum'at (26/6/2015).

Menurut Faridah Hanum, ketika pihak kepolisian telah mendapatkan informasi bahwa korban memiliki hubungan khusus dengan Slamet, aparat kepolisian langsung mengamankan Slamet ke Mapolsek Rantau.

Saat diperiksa, Slamet mengaku bahwa dirinya nekad membunuh adik iparnya tersebut, karena panik "adik iparnya" hamil disebabkan oleh perbuatan haramnya selama ini.



"Diduga kuat karena kepanikan tersebut, pelaku nekad menyusun siasat jahatnya dengan cara janjian setelah berbuka puasa pada Rabu, 24 Juni 2015 sore kemarin," jelas Hanum sedih.

"Korban dibunuh dengan cara dijerat tali plastik di lehernya hingga tewas, kemudian dicampakkan ke bawah jembatan di areal Perkebunan PT. Beutami, Dusun Paya Kelempai, Desa Kebun Rantau, Kecamatan Rantau," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo SIK, belum dapat dikonfirmasi.[zf]
Komentar

Tampilkan

Terkini