-->


Aceh Utara Masih Menyimpan Segudang Warga Miskin, DPR Sibuk Minta Mobil

25 November, 2015, 06.49 WIB Last Updated 2015-11-24T23:51:25Z
LHOKSUKON - Rencana pembelian puluhan unit mobil baru untuk Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dan sejumlah dinas yang dalam kabupaten Aceh Utara yang mencapai miliaran rupiah terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat.

Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPP-Aceh) sangat menyanyangkan keputusan legislatif dan eksekutif Aceh Utara yang menganggarkan APBK-P tahun 2015, untuk pengadaan mobil dinas DPRK Aceh Utara.

Sebagaimana diketahui, legislatif menganggarkan APBK-P 2015 untuk pengadaan mobil dinas DPRK Aceh Utara sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp.2.250.000.000.

Dilanjutkan dengan pengadaan mobil lainnya diantaranya, mobil dinas untuk kajari dengan anggaran, Rp.510.000.000, mobil  dinas untuk kapolres Rp.480.000.000, mobil dinas untuk dinas pengairan Rp.400.000.000, mobil dinas untuk Cipta Karya Rp.400.000.000.

Ditambah lagi mobil untuk dinas kabag hukum sekdakab Aceh Utara Rp.245.000.000, mobil dinas untuk kabag perkim Rp.245.000.000, Camat Jambo Aye Rp.245.000.000, Camat Dewantara Rp.245.000.000.

Dan pengadaan mobil dinas untuk Bapeda Rp.245.000.000, mobil dinas untuk Danlanal Rp.280.000.000. Anggaran tersebut akan segera direalisasikan pada tahun 2015 ini dari APBK-P Aceh Utara.

“Pembelian mobil tersebut dinilai pemborosan keuangan dan menyakiti hati rakyat,” kata Ketua FKPP-Aceh, Razali, kepada lintasatjeh.com, Rabu (25/11/2015).

Sejatinya, tambah Razali, legislatif mampu menunjukkan sikap efisiensi anggaran. Karena kondisi Aceh Utara pada saat ini yang masih menyimpan segudang warga miskin dan butuhnya peningkatan infrastruktur jalan darat di sejumlah titik, maka sebaiknya alokasi dana itu dialihkan untuk lebih prioritas ke pelayanan publik.

“Kalau memang pro rakyat, para wakil rakyat tersebut harus lebih arif dan bijaksana,” ujarnya.

Sedangkan, untuk pendukung mobilitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRK, seharusnya menghemat anggaran dan mengefektifkan aset yang sudah ada. saat ini ada kesan bahwa, anggota dewan lebih memperhatikan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan masyarakat seperti yang telah diamanatkan pada waktu mereka dilantik dulu.

Nah, kenyataan inilah yang patut kita sesali, sebut Razali. Bayangkan saja, rakyat jelas berharap agar perbaikan jembatan gantung yang didamba-dambakan oleh masyarakat Pirak Timu khususnya Gampong Asan Krueng Kreeh tidak disegerakan, namun para anggota dewan yang jelas-jelas adalah wakil rakyat tidak pernah turun ke lapangan apa lagi memprioritaskan kepentingan rakyat, seharusnya dahulukan kepentingan hajat banyak.

“Lalu baru bapak-bapak para anggota dewan yang terhormat boleh ngotot meminta dibelikan mobil dinas baru,” ucapnya.[pin]
Komentar

Tampilkan

Terkini