-->


Ini Kata Elemen Sipil Soal Pengibaran Bintang Bulan Secara Serentak

26 November, 2015, 21.01 WIB Last Updated 2015-11-26T14:01:29Z
Bendera Bulan Bintang. Dok:LA
LHOKSUKON - Ketua Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPPA), Rajali, mengapresiasi langkah perwakilan Partai lokal dan Parnas di Aceh, yang berlangsung di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh beberapa waktu yang lalu untuk melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan bersama serta mengawal realisasi butir-butir MoU Helsinki dan turunannya dalam UUPA.

Sebagaimana diketahui, persoalan bendera Aceh hingga sekarang masih belum mendapat kejelasan antara pemerintah daerah Aceh dengan pemerintah pusat.

Karenanya, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat di Jakarta diminta tetap melakukan langkah-langkah persuasif untuk menjaga ketentraman ketertiban masyarakat terkait dengan keberadaan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Pada prinsipnya, FKPPA sangat mendukung upaya kerja keras Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan turunan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dengan lahirnya Qanun bendera harus dilakukan secara bijak dalam koridor hukum yang berlaku.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat Aceh agar tetap bersabar dan bersatu, agar rakyat dan Pemerintah Aceh dapat bersama-sama meujudkan pemerintahan sesuai dengan hasil perdamaian MoU Helsinki dan UUPA.

FKPPA juga memita Pemerintah Aceh agar segera melakukan rapat koordinasi bersama dengan jajaran Kepolisian dan TNI serta Pemerintah Pusat terkait dengan akan dilakukannya pengibaran bendera secara serentak yang sudah disepakati antara Parlok dan Parnas baru-baru ini.

Dirinya berharap agar semua pihak dapat mengindahkan kesepakatan yang telah dicapai oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dan semua pihak harus memahami persoalan bendera Aceh pada saat ini yang masih dalam tahapan cooling down.

"Kita takutkan peguasa pada saat ini hanya berlindung di bawah UUPA dan MoU Helsinki, realita di lapangan pada saat ini masih bayak rakyat miskin dan para pengangguran semakin bertambah yang tak pernah dihiraukan oleh para penguasa yang lahir gara-gara ada MoU Helsinki," katanya, Kamis (26/11/2015).[Azhar]
Komentar

Tampilkan

Terkini