LHOKSEUMAWE - Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal)
yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mendesak DPRK Aceh Utara
segera membatalkan anggaran Rp 5,7 miliar yang digunakan untuk pembelian mobil
dinas dewan pada APBK - P Tahun 2015.
Desakan
tersebut disampaikan mahasiswa dalam aksi unjukrasa yang berlangsung di halaman
gedung DPRK Aceh Utara, Rabu (25/11/2015). Aparat kepolisian juga turut
melakukan pengawalan di lokasi unjukrasa.
Dalam
orasinya, korlap aksi oleh Maimun Sanjaya dan Syibral Mulasi meneriakkan
yel-yel yang intinya mendesak DPRK Aceh Utara untuk mengalihkan anggaran
tersebut untuk program pro rakyat dan mendesak untuk memperjuangkan hak-hak
rakyat.
“DPRK Aceh Utara harus
berani mencoret anggaran yang tidak pro rakyat. Kami juga mendesak DPRK untuk
lebih efektif mengawasi Pemkab Aceh Utara,” teriak korlap aksi.
Aksi
mahasiswa tersebut selanjutnya diterima oleh anggota dewan dengan mengajak
mahasiswa masuk ke ruang pertemuan dengan tujuan untuk menyelesaikan tuntutan
mahasiswa dengan cara musyawarah.
Dalam
musyawarah itu, intinya DPRK membenarkan adanya rencana pengadaan mobil Jenis
Toyota Avanza sebanyak 10 unit untuk Dewan dan Pejabat Eksekutif serta alat
kelengkapan untuk mendukung tugas anggota Dewan. Dewan juga berterimakasi
kepada mahasiswa yang telah datang ke kantor DPRK Aceh Utara.
“Perlu kami jelaskan
bahwa permintaan dukungan tersebut dikarenakan saat ini mobil dinas yang lama
sudah tua dan tidak layak pakai. Namun kewenangan pengadaaan barang tersebut
adalah wewenang Kabag Pemerintahan Aceh Utara, sedangkan pihak DPRK hanya
pinjam pakai,” jelas Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Muthalib.
Sementara
Ketua Pokja Anggaran DRRK Aceh Utara, Tgk. Fauzi mengatakan, masalah anggaran
angkutan perorangan akan dievaluasi dan akan pihaknya pertanggungjawabkan bila
nanti terjadi kesalahan.
Menanggapi
hal itu, korlap aksi Maimun Sanjaya mengatakan, pihaknya menanyakan mengapa
Legislatif dan Eksekutif saling meyalahkan dan tidak pernah melibatkan
mahasiswa dalam pembahasan rapat paripurna.
“Kita punya anggaran
kecil mengapa harus membeli mobil mewah, seharusnya dana tersebut dapat
digunakan dengan layak untuk kepentingan rakyat. Kami minta agar segera
mengalihkan program tersebut untuk kepentingan pro rakyat dan minimal anggaran
tersebut bisa diperkecil,” harapnya.
Tak
hanya itu, dirinya mewakili teman-teman pengunjukrasa mengecam pihak DPRK yang
belum mampu menjalankan aspirasi rakyat dan telah terjadi politik anggaran
antara Legislatif dengan Eksekutif.
Musyawarah
ini juga disaksikan oleh anggota Komisi B DPRK Aceh Utara T. Bakhtiar dari
Fraksi Nasdem dan Fauzan Hamzah dari Fraksi Partai Aceh, serta Ketua Pokja
Anggaran Tgk. Fauzi. Usai mendengar penjelasan, para mahasiswa membubarkan diri
pada pukul 15:00 Wib dengan pengawalan Polisi.[Chairul]


