![]() |
| Ali Angkasa (Kabid Prasarana Disbudparpora Aceh Tamiang) |
ACEH TAMIANG - Kritik keras yang dilontarkan Kabid
Pariwisata Disbudparpora Aceh Tamiang terhadap perilaku sang kepala dinas
ternyata telah menyulut reaksi yang sama dari pegawai lain.
Pasalnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga (Disbudparpora) Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yetno S.Pd, saat
dikonfirmasi dan direkam lintasatjeh.com, di rumahnya, Rabu (4/11/2015) lalu,
sangat lantang melontarkan berbagai pernyataan yang berbau penghinaan terhadap
beberapa bawahannya sendiri.
Salah seorang pegawai Disbudparpora Pemkab Aceh Tamiang yang
turut mendapatkan bahasa penghinaan dari Yetno adalah Kepala Bidang (Kabid)
Prasarana Ali Angkasa. Malah, untuk Kabid Prasarana, Ali Angkasa, Jum'at
(6/11/2015), sekira pukul 13.24 WIB, melalui pesan singkatnya yang dikirim ke
telepon seluler wartawan lintasatjeh.com, Yetno juga memberitahukan bahwa pada
hari itu, Ali Angkasa melaksanakan shalat fardhu Jum'at di Mesjid Terban dengan
misi menyebarkan berita tentang permasalahan dirinya yang dimuat oleh Media
Online Lintas Atjeh.
Terkait munculnya pernyataan tersebut, kepada lintasatjeh.com,
Senin (30/11/2015), Kabid Prasarana, Ali
Angkasa, meminta Yetno untuk berani mempertanggungjawabkan bahasa penghinaan
yang telah dilontarkan untuk dirinya.
Ali Angkasa juga menerangkan bahwa pernyataan Yetno yang
terkesan menuduh dirinya telah menyebarkan berita tentang permasalahan Yetno
yang dimuat oleh Media Online Lintas Atjeh, pada hari Jum'at (6/11/2015) lalu,
adalah fitnah dan Ali mendesak Yetno untuk berani mempertanggungjawabkan fitnah
tersebut dihadapan hukum.
"Mulai sekarang, tidak ada lagi kesempatan bagi seorang
Yetno untuk bisa menebar fitnah dan juga mengadu domba orang lain, khususnya
para bawahannya yang bekerja di Disbudparpora Aceh Tamiang," jelas Ali.
Menurut Ali, para pegawai di Disbudparpora Aceh Tamiang akan
segera merapatkan barisan untuk melawan segala bentuk pendzaliman yang
dilakukan oleh Yetno.
"Jurus fitnah dan perilaku adu domba yang kerap
dimainkan oleh Yetno kepada para Pegawai Disbudparpora Aceh Tamiang selama ini,
harus dibayar mahal oleh Yetno," terang Ali lagi.
Ali juga mendesak Yetno untuk berani meminta ma'af kepada
seluruh pegawai Disbudparpora. Selain itu, Yetno juga harus bersikap ksatria
untuk memohon ma'af kepada Bupati, isteri Bupati serta Sekda Aceh Tamiang
karena kata Ali, selama ini Yetno sering menakut-nakuti para bawahannya dengan
cara membawa nama Bupati, isteri Bupati serta Sekda Aceh Tamiang.
"Saya sangat berharap semoga kali ini Yetno akan sadar
diri dan saya pun berdo'a semoga dia tidak gila," demikian penjelasan dari
Kabid Prasarana, Ali Angkasa.[zf]


