-->








Diduga, Program Prona di Langsa Dipungli!

08 Desember, 2015, 17.52 WIB Last Updated 2015-12-08T10:53:27Z
IST
LANGSA - Beredar isu terdapat pungutan liar (Pungli) dalam Program prona Tahun 2014-2015 di Kota Langsa. Pungli diduga dilakukan oleh oknum para perangkat desa yang besarannya antara Rp 500 hingga 700 ribu per persil, diduga ada keterkaitannya dengan oknum pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa.

Padahal program prona biayanya telah dibebankan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), paling tidak peserta prona hanya dibebankan biaya materai, foto copy, dan biaya SPH yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk prosesnya, yang mengajukan menyerahkan ke kepala desa kemudian masuk di BPN tidak ada lagi biaya apapun.

Informasi yang berhasil dihimpun lintasatjeh.com, yang beredar di sejumlah kalangan masyarakat di Kota Langsa disebutkan memang ada pengutipan dana yang dilakukan oleh perangkat desa tentang rogram ini. Seperti yang terjadi di Desa Karang Anyar, Langsa Baroe, dan Langsa Kota.

"Padahal program Prona apabila sudah masuk di BPN maka tidak ada lagi pungutan satu rupiah pun. Karena Program Prona sudah dianggarkan oleh pemerintah pusat,” kata Edi yang kebetulan salah seorang warga Karang Anyar Kota Langsa yang ikut menjadi peserta Prona tahun 2015.

“Saya juga ada dikutip dana pak, sama perangkat desa kami sebesar Rp 500 ribu, karena katanya dana itu untuk biaya lapangan, juga ada untuk orang BPN," jelas Edy kepada lintasatjeh.com, Selasa (8/12/2015.

Terpisah, salah seorang warga Paya Bujok Seuleumak (Yan) pada Tahun 2015 ini ikut sebagai peserta Prona di Kota Langsa. Ia mengaku dirinya dalam program prona ada dikutip dana sekitar Rp. 500 ribu oleh perangkat desa.

"Tapi, saya tidak tahu kalau soal ada atau tidak ada kaitannya dengan orang BPN pak,“ tandas Yan.

“Tapi, jika memang ada pungutan berarti ada oknum dibalik pungutan tersebut, karena di program prona BPN tidak diperbolehkan meminta biaya satu rupiah pun,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Menanggapi beredarnya isu yang berkembang terkait dengan dugaan pungli Prona di Kota Langsa, Agustiarsyah selaku Kepala BPN Kota Langsa, menjelaskan.

"Demi kemajuan Kota Langsa beserta masyarakatnya, kita berharap semua pihak dapat bekerjasama dengan baik dan beri dukungan yang penuh terhadap program yang mulia ini. Karena bila program ini tidak berjalan dengan baik maka yang dirugikan masyarakat Kota Langsa sendiri. Selama dua tahun ini, Kota Langsa mendapatkan peringkat terbaik dalam prona dan inovasi," ujarnya.

"Terkait prona sampai saat ini belum ada satupun laporan resmi tentang adanya pengutipan dana oleh petugas kami, dan  insha Allah itu tidak ada. Semoga kita semua bisa saling menjaga hubungan baik, mengangkat hal-hal yang positif bukan negatif sehingga kita bisa menjadi bangsa yang maju dan besar, Aceh yang jaya, bukan masyarakat yang mudah diadu domba, yang akhirnya selalu buat kita tertinggal, jangan sampai ada pihak-pihak yang menginginkan prona di Langsa ini gagal menjadi senang dan masyarakatlah yang dirugikan. Mari kita kawal bersama dengan santun dan baik. Tks ya,” demikian Kepala BPN Kota Langsa, Agustiarsyah mengakhiri pesan singkatnya. [W4] 
Komentar

Tampilkan

Terkini