![]() |
| IST |
LANGSA - Beredar isu terdapat pungutan liar (Pungli) dalam
Program prona Tahun 2014-2015 di Kota Langsa. Pungli diduga dilakukan oleh
oknum para perangkat desa yang besarannya antara Rp 500 hingga 700 ribu per
persil, diduga ada keterkaitannya dengan oknum pejabat di Badan Pertanahan
Nasional (BPN) Kota Langsa.
Padahal
program prona biayanya telah dibebankan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara
(APBN), paling tidak peserta prona hanya dibebankan biaya materai, foto copy,
dan biaya SPH yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk prosesnya, yang
mengajukan menyerahkan ke kepala desa kemudian masuk di BPN tidak ada lagi
biaya apapun.
Informasi
yang berhasil dihimpun lintasatjeh.com, yang beredar di sejumlah kalangan
masyarakat di Kota Langsa disebutkan memang ada pengutipan dana yang dilakukan
oleh perangkat desa tentang rogram ini. Seperti yang terjadi di Desa Karang
Anyar, Langsa Baroe, dan Langsa Kota.
"Padahal
program Prona apabila sudah masuk di BPN maka tidak ada lagi pungutan satu
rupiah pun. Karena Program Prona sudah dianggarkan oleh pemerintah pusat,”
kata Edi yang kebetulan salah seorang warga Karang Anyar Kota Langsa yang ikut
menjadi peserta Prona tahun 2015.
“Saya juga ada dikutip
dana pak, sama perangkat desa kami sebesar Rp 500 ribu, karena katanya dana itu
untuk biaya lapangan, juga ada untuk orang BPN," jelas Edy kepada
lintasatjeh.com, Selasa (8/12/2015.
Terpisah,
salah seorang warga Paya Bujok Seuleumak (Yan) pada Tahun 2015 ini ikut sebagai
peserta Prona di Kota Langsa. Ia
mengaku dirinya dalam program prona ada dikutip dana sekitar Rp. 500 ribu oleh
perangkat desa.
"Tapi,
saya tidak tahu kalau soal ada atau tidak ada kaitannya dengan orang BPN pak,“
tandas Yan.
“Tapi, jika memang ada
pungutan berarti ada oknum dibalik pungutan tersebut, karena di program prona
BPN tidak diperbolehkan meminta biaya satu rupiah pun,”
pungkasnya menutup pembicaraan.
Menanggapi
beredarnya isu yang berkembang terkait dengan dugaan pungli Prona di Kota
Langsa, Agustiarsyah selaku Kepala BPN Kota Langsa, menjelaskan.
"Demi
kemajuan Kota Langsa beserta masyarakatnya, kita berharap semua pihak dapat
bekerjasama dengan baik dan beri dukungan yang penuh terhadap program yang
mulia ini. Karena bila program ini tidak berjalan dengan baik maka yang
dirugikan masyarakat Kota Langsa sendiri. Selama dua tahun ini, Kota Langsa
mendapatkan peringkat terbaik dalam prona dan inovasi," ujarnya.
"Terkait
prona sampai saat ini belum ada satupun laporan resmi tentang adanya pengutipan
dana oleh petugas kami, dan insha Allah
itu tidak ada. Semoga kita semua bisa saling menjaga hubungan baik, mengangkat
hal-hal yang positif bukan negatif sehingga kita bisa menjadi bangsa yang maju
dan besar, Aceh yang jaya, bukan masyarakat yang mudah diadu domba, yang
akhirnya selalu buat kita tertinggal, jangan sampai ada pihak-pihak yang
menginginkan prona di Langsa ini gagal menjadi senang dan masyarakatlah yang
dirugikan. Mari kita kawal bersama dengan santun dan baik. Tks ya,”
demikian Kepala BPN Kota Langsa, Agustiarsyah mengakhiri pesan singkatnya. [W4]



.jpg)



