LHOKSUKON - Produksi panen padi diharapkan mampu mencapai target
sepuluh ton perhektare. Saat ini produksi panen tersebut masih diangka 5,3 ton
per hektare. Namun sudah mencapai peningkatan dibandingkan hasil di tahun 2013
yang hanya 4,2 ton per hektare.
Hal
itu sebagaimana dikatakan Asisten II Pemkab Aceh Utara, Abdul Aziz SH saat
mewakili Bupati dalam acara pembukaan panen raya padi Hibrida Tahun 2015 dalam
rangka Program Ketahanan Pangan diatas lahan 2.499 Ha yang terletak di Desa
Ujong Baroh B dan Matang Ben, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Selasa (01/12/2015).
“2013, produksi
rata-rata mencapai 4,3 ton/Ha, dan kini di tahun 2015 sudah ada peningkatan
sebagaimana catatan yang ada pada Dinas Pertanian bahwa rata-rata mencapai
produksi panen 5,3 ton/Ha. Nah hingga 2017 mendatang diharapkan mampu
memproduksi 10 ton/Ha,” ucap Aziz mewakili Bupati.
Dikatakannya,
saat ini luas areal persawahan seluruhnya di Aceh Utara adalah 45 ribu hektare
lebih. Sebagian areal persawahan juga sudah mampu menghasilkan panen dengan
capaian 9 ton/Ha. Maka diharapkan hingga 2017 mendatang mampu mencapai 10
ton/Ha.
“Kalau sektor
pertanian ini bisa diwujudkan secara cepat, saya yakin Aceh Utara ini akan
menjadi lumbung pangan di Aceh pada khususnya. Sebagaimana yang pernah kami
sampaikan, dari 45 ribu Ha lebih sawah saat ini bisa menambah pendapatan sampai
2,5 triliun setiap tahunnya dari hasil 4,2 ton/Ha panen,”
sebut Aziz.
Sementara
itu Komandan Korem 011 Lilawangsa Lhokseumawe, Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto
mengucapkan banyak terimakasih kepada Kelompok Tani “Harapan
Kana” dan Babinsa yang telah sama-sama menjalankan program
ketahanan pangan tersebut.
Program
ini kata dia juga dikuatkan oleh perintah Presiden Republik Indonesia yang
salah satunya adalah TNI turun ke sawah bersama rakyat demi bagaimana
mewujudkan ketahanan pangan.
“Ini juga kewajiban
kita demi kesejahteraan rakyat, dan ini jelas perintah Presiden. Dan ini sudah
terwujud dan sudah kita lihat bersama tadi penjelasan dari Dinas Pertanian
bahwa ditahun 2013 itu hanya mencapai 4,2 ton produksi panen. Nah sekarang
berkat adanya pendampingan hasil panen sudah mencapai 9 ton/Ha,”
katanya.
Pihaknya
menargetkan di tahun 2017 mendatang dapat Swasembada Pangan, dan itu dilakukan
terus menerus. Sehingga kebutuhan pangan yang ada di Aceh Utara ini, kata
Danrem, tentunya harus terpenuhi secara menyeluruh.
“Dan perlu kita
ketahui bahwa Aceh Utara ini surplus. Jadi sudah bisa memenuhi kebutuhan
rakyat, bahkan kelebihannya itu bisa kita gunakan untuk di wilayah yang lain.
Saya juga berharap wujud kerjasama ini tentunya harus tetap berlanjut,”
sebut Danrem yang didampingi Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Eka Oktavianus
Wahyu Cahyono dan Kapenrem 011/LW, Mayor Inf Nasrun Nasution.
Disamping
itu, Danrem meyakini bahwa Babinsanya yang sudah bekerja terus menerus untuk
membantu masyarakat dan setia setiap saat untuk mendampingi rakyat, dan
tentunya wujud seperti inilah yang diharapkan agar bisa tercapai apa yang di
inginkan dalam swasembada pangan tahun 2017 nanti.[Red]


