-->


Harapan Pemerintah Aceh Utara Produksi Padi Capai Target

01 Desember, 2015, 21.36 WIB Last Updated 2015-12-01T14:38:11Z
LHOKSUKON - Produksi panen padi diharapkan mampu mencapai target sepuluh ton perhektare. Saat ini produksi panen tersebut masih diangka 5,3 ton per hektare. Namun sudah mencapai peningkatan dibandingkan hasil di tahun 2013 yang hanya 4,2 ton per hektare.

Hal itu sebagaimana dikatakan Asisten II Pemkab Aceh Utara, Abdul Aziz SH saat mewakili Bupati dalam acara pembukaan panen raya padi Hibrida Tahun 2015 dalam rangka Program Ketahanan Pangan diatas lahan 2.499 Ha yang terletak di Desa Ujong Baroh B dan Matang Ben, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Selasa (01/12/2015).

“2013, produksi rata-rata mencapai 4,3 ton/Ha, dan kini di tahun 2015 sudah ada peningkatan sebagaimana catatan yang ada pada Dinas Pertanian bahwa rata-rata mencapai produksi panen 5,3 ton/Ha. Nah hingga 2017 mendatang diharapkan mampu memproduksi 10 ton/Ha,” ucap Aziz mewakili Bupati.

Dikatakannya, saat ini luas areal persawahan seluruhnya di Aceh Utara adalah 45 ribu hektare lebih. Sebagian areal persawahan juga sudah mampu menghasilkan panen dengan capaian 9 ton/Ha. Maka diharapkan hingga 2017 mendatang mampu mencapai 10 ton/Ha.

“Kalau sektor pertanian ini bisa diwujudkan secara cepat, saya yakin Aceh Utara ini akan menjadi lumbung pangan di Aceh pada khususnya. Sebagaimana yang pernah kami sampaikan, dari 45 ribu Ha lebih sawah saat ini bisa menambah pendapatan sampai 2,5 triliun setiap tahunnya dari hasil 4,2 ton/Ha panen,” sebut Aziz.

Sementara itu Komandan Korem 011 Lilawangsa Lhokseumawe, Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto mengucapkan banyak terimakasih kepada Kelompok Tani “Harapan Kana” dan Babinsa yang telah sama-sama menjalankan program ketahanan pangan tersebut.

Program ini kata dia juga dikuatkan oleh perintah Presiden Republik Indonesia yang salah satunya adalah TNI turun ke sawah bersama rakyat demi bagaimana mewujudkan ketahanan pangan.

“Ini juga kewajiban kita demi kesejahteraan rakyat, dan ini jelas perintah Presiden. Dan ini sudah terwujud dan sudah kita lihat bersama tadi penjelasan dari Dinas Pertanian bahwa ditahun 2013 itu hanya mencapai 4,2 ton produksi panen. Nah sekarang berkat adanya pendampingan hasil panen sudah mencapai 9 ton/Ha,” katanya.

Pihaknya menargetkan di tahun 2017 mendatang dapat Swasembada Pangan, dan itu dilakukan terus menerus. Sehingga kebutuhan pangan yang ada di Aceh Utara ini, kata Danrem, tentunya harus terpenuhi secara menyeluruh.

“Dan perlu kita ketahui bahwa Aceh Utara ini surplus. Jadi sudah bisa memenuhi kebutuhan rakyat, bahkan kelebihannya itu bisa kita gunakan untuk di wilayah yang lain. Saya juga berharap wujud kerjasama ini tentunya harus tetap berlanjut,” sebut Danrem yang didampingi Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Eka Oktavianus Wahyu Cahyono dan Kapenrem 011/LW, Mayor Inf Nasrun Nasution.

Disamping itu, Danrem meyakini bahwa Babinsanya yang sudah bekerja terus menerus untuk membantu masyarakat dan setia setiap saat untuk mendampingi rakyat, dan tentunya wujud seperti inilah yang diharapkan agar bisa tercapai apa yang di inginkan dalam swasembada pangan tahun 2017 nanti.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini