LANGSA - Lingkungan kumuh yang merupakan daerah rawa dan bekas
tambak di pinggiran pantai Kuala Langsa ini, disulap menjadi lingkungan yng
bersih dan nyaman dengan pembangunan sarana dan prasarana insfrastruktur yang baik di daerah Lhokbani
Pusong Kota Langsa.
Terik
panas matahari siang itu, tak menghalangi niat seorang ibu yang yang ditemani
kedua anaknya dan tokoh masyarakat setempat bermaksud ingin menemui dan
mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Fery di mess tempat gudang alat
kerja pihak PT. Bahtera Karang Raya, selaku pelaksana pembangunan sarana dan
prasarana insfrastruktur lingkungan pemukiman kumuh di Lhokbani Kecamatan Langsa
Baroe, Kota Langsa.
Wanita
itu, Ibu Nur (45), merasa bersyukur karena daerah Lhokbani sudah berubah
menjadi lingkungan yang nyaman. Bahkan Ibu Nur juga bermaksud akan mengucapkan
rasa terimakasihnya kepada Pemerintah juga Wali Kota Langsa. Selasa (08/12/2015).
"Kami
bersama ingin menemui Bapak Fery, dan kami ingin mengucapkan terima kasih
karena lingkungan pemukiman kami telah diperbaiki dan disulap sedemikian
rupa," ujar ibu Nur (45) sembari memegang lengan wartawan lintasatjeh.com.
"Dan
selain itu kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Langsa
(Bapak Usman Abdullah atau Toke Su Eum)," ungkap Ibu Nur.
Sedangkan,
Ambia yang bersama ibu Nur, selaku tokoh masyarakat di lingkungan Lhokbani
ketika ditanyai wartawan, dirinya juga merasa puas dan bangga atas pembangunan
lingkunganya. Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Walikota Langsa dan
juga kepada pelaksananya.
"Kami
merasa bangga dan bersyukur juga mengucapkan terimakasih kepada Pemko Langsa
juga kepada pihak rekanan sebagai pelaksana. Sebab lingkungan kami yang kumuh
dan rawa juga merupakan bekas tambak bagai disulap menjadi lingkungan seperti
lingkungan kota," papar Ambia yang diaminkan, Tagor sebagai tokoh pemuda
dilingkungan Lhokbani.
Sementara
itu, pihak rekanan pelaksana. PT Bahtera Karang Raya ketika dikonfirmasi
melalui selularnya, menjelaskan dalam pelaksanaan di lapangan kami sudah
melakukan pekerjaan yang menggunakan dana APBN dengan maksimal demi kepentingan
masyarakat. Banyak dari volume fisik seperti jalan induk sepanjang 750 meter,
jalan lingkungan pengadaan dan pemasangan lampu, bak sampah, pasangan batu,
dengan pekerjaan selama 210 hari kerja dengan harapan selesai tepat waktu, dan
saat ini pekerjaan sudah mencapai 95%.
"Tidak
ada kendala dan masalah di lapangan, hanya kendala alam saja, apabila kondisi
hari hujan. Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak agar pekerjaan yang
hanya tinggal 5% lagi selesai tepat waktu, tidak ada kendala apapun dan semua
pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Fery.
Kemudian
Sekda Kota Langsa Syahrul Tayeb ketika dikonfirmasi lintasatjeh.com melalui
pesan singkatnya, terkait hal tersebut dirinya menjelaskan sangat bersyukur
kepada Allah SWT, karena Allah lah yang memberi kita semua.
"Alhamdulillah,
pembangunan tentunya diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat di Kota Langsa.
Pemerintah dan DPRK tentunya menyerap dan merealisasikan aspirasi
masyarakat," kata Sekda Syahrul Tayeb.
"Selain
itu juga kita ada program ingin mempercepat pembangunan di Kota Langsa antara
lain jalan lingkar Alur Dua ke Bate Puteh dan juga penyediaan tanah untuk rumah
sakit rujukan Regional dan perumahan
untuk PNS dengan Bapertarum," tutup Syahrul Tayeb. [W4]



.jpg)



