![]() |
| Acheh Future bersama wartawan |
LHOKSUKON - Petinggi eks kombatan GAM dan Pemerintah Aceh saat ini
hanya bisa menggali lubang yang pernah menutupnya, seperti yang disampaikan
oleh wakil Gubernur Muzakir Manaf di media baru-baru ini yang bahwa bendera berlambang bintang bulan belum
ada kepastian hukum.
Hal
itu dikatakan Ketua Lembaga Acheh Future, Razali Yusuf, didampingi Koordinatornya
di Aceh Utara, Hanafiah As-Sumatrani El-Asyi, kepada lintasatjeh.com, Sabtu
(5/12/2015).
“Ini merupakan janji
lama yang harus diselesaikan, rakyat Aceh saat ini yang dibutuhkan hanyalah
kerja nyata dari orang-orang yang sudah terpilih dan melakukan tanggung
jawabnya sebagai Pemerintah dan pelaku sejarah, bukan hanya komentar dan
taburan janji belaka,” ujar Hanafiah.
Menurut
dia, Qanun Nomor 3 Tahun 2013 telah rampung dan sudah legal. Akan tetapi
mengapa tidak mengibarkan bendera tersebut di pusat perkantoran pemerintahan
Aceh. Dan yang aneh lagi beberapa waktu yang lalu, anggota DPRA Komisi I
mengikat bendera tersebut di leher Sekwan, dan itu pekerjaan yang sangat memalukan
bagi rakyat Aceh.
Ia
pun juga menyesalkan komentar Sofyan Daod yang mantan Juru bicara GAM di
Wilayah Pase, yang katanya Milad GAM tidak jelas, dan tak perlu diadakan.
“Kami sangat
menyesalkan statemen Sofyan Daud yang menyatakan perayaan Milad GAM tidak perlu
dilakukan kalau tidak ada untungnya buat masyarakat Aceh dan bagi GAM sendiri,”
tandasnya.
Mendengar
atau membaca sebuah statemen yang diutarakan petinggi GAM seperti Sofyan Daud,
menurutnya itu tidak sesuai dengan apa yang semestinya diutarakan, terlebih
lagi seorang mantan eks kombatan dan juga elit GAM yang selalu menjalani setiap
proses perjalanan konflik hingga terjadinya sebuah perdamaian MoU Helsinki.
Acheh
Future mangharapkan kepada Pemimpin Aceh saat ini, bila mengeluarkan statemen
jangan membingungkan dan terkesan manipulatif bagi masyarakat, karna rakyat
Aceh sangat letih dan bosan dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
“Mari kita mambangun,
bukan mengkotak-kotakkan kepentingan politik kelompok tertentu, tetapi
kedepankanlah kepentingan sesama,” harap
dia. [Red]
