-->

Rakyat Aceh Butuh Kerja Nyata, Bukan Janji Belaka

05 Desember, 2015, 20.53 WIB Last Updated 2015-12-05T13:53:29Z
Acheh Future bersama wartawan
LHOKSUKON - Petinggi eks kombatan GAM dan Pemerintah Aceh saat ini hanya bisa menggali lubang yang pernah menutupnya, seperti yang disampaikan oleh wakil Gubernur Muzakir Manaf di media baru-baru ini yang  bahwa bendera berlambang bintang bulan belum ada kepastian hukum.

Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Acheh Future, Razali Yusuf, didampingi Koordinatornya di Aceh Utara, Hanafiah As-Sumatrani El-Asyi, kepada lintasatjeh.com, Sabtu (5/12/2015).

“Ini merupakan janji lama yang harus diselesaikan, rakyat Aceh saat ini yang dibutuhkan hanyalah kerja nyata dari orang-orang yang sudah terpilih dan melakukan tanggung jawabnya sebagai Pemerintah dan pelaku sejarah, bukan hanya komentar dan taburan janji belaka,” ujar Hanafiah.

Menurut dia, Qanun Nomor 3 Tahun 2013 telah rampung dan sudah legal. Akan tetapi mengapa tidak mengibarkan bendera tersebut di pusat perkantoran pemerintahan Aceh. Dan yang aneh lagi beberapa waktu yang lalu, anggota DPRA Komisi I mengikat bendera tersebut di leher Sekwan, dan itu pekerjaan yang sangat memalukan bagi rakyat Aceh.

Ia pun juga menyesalkan komentar Sofyan Daod yang mantan Juru bicara GAM di Wilayah Pase, yang katanya Milad GAM tidak jelas, dan tak perlu diadakan.

“Kami sangat menyesalkan statemen Sofyan Daud yang menyatakan perayaan Milad GAM tidak perlu dilakukan kalau tidak ada untungnya buat masyarakat Aceh dan bagi GAM sendiri,” tandasnya.

Mendengar atau membaca sebuah statemen yang diutarakan petinggi GAM seperti Sofyan Daud, menurutnya itu tidak sesuai dengan apa yang semestinya diutarakan, terlebih lagi seorang mantan eks kombatan dan juga elit GAM yang selalu menjalani setiap proses perjalanan konflik hingga terjadinya sebuah perdamaian MoU Helsinki.

Acheh Future mangharapkan kepada Pemimpin Aceh saat ini, bila mengeluarkan statemen jangan membingungkan dan terkesan manipulatif bagi masyarakat, karna rakyat Aceh sangat letih dan bosan dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

“Mari kita mambangun, bukan mengkotak-kotakkan kepentingan politik kelompok tertentu, tetapi kedepankanlah kepentingan  sesama,” harap dia. [Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini