![]() |
| IST |
KITA
tahu sepak terjang Rossa di Malaysia sangat luar biasa. Setiap tahunnya, ia
mengadakan konser di sana. Pekan lalu pun, ia baru saja menggelar konser.
Malaysia seperti rumah kedua Rossa. Sehingga lumrah nama dan lagu-lagunya
sangat populer, menyaingi penyanyi Malaysia sendiri.
Shiha
Zikir "D'Academy Asia" salah satu penggemar berat Rossa. Bicara
kembali hari-hari yang lalu, Shiha hanyalah gadis remaja yang mengidolakan
Rossa. Ia menempel semua poster, guntingan majalah bergambar Rossa di dinding
kamar, di lemarinya, di belakang pintu kamar—di mana-mana ada
tempelan rupa Rossa.
“Saya sejak sekolah
memang ngefans dengannya. Dulu almarhum ayahku pernah bilang saat mengamati
gambar-gambar Rossa yang kutempel: kau kalau dilihat-lihat mirip sekali dengan
Rossa, Nak. Serupa tapi tak sama,” kisah Shiha
Zikir "D'Academy Asia".
Mengidolakan
Rossa, Shiha, yang dilatih menyanyi ayahnya sendiri sejak usia 7 tahun,
menyimpan harapan menjadi seorang diva. Dan gadis kelahiran 2 November 1987 ini
memulainya dari nol.
“Saya dilatih
menyanyikan lagu-lagu tradisional dan ballad oleh almarhum ayah. Saya mulai
menyanyi di acara-acara kecil sambil bersekolah. Kemudian saya berpikir untuk
betul-betul terjun ke industrinya. Maka saya tidak lanjut kuliah. Saya memutuskan
fokus mengejar karier menyanyi sekaligus untuk membantu ekonomi keluarga. Ayah
saya hanya pekerja di lingkungan kerajaan dan ibu saya ibu rumah tangga. Saya
ingin bantu ekonomi keluarga,” tutur Shiha.
Modal
nekat, Shiha bertolak dari Penang menuju Kuala Lumpur. “Di
sana saya menjadi penyanyi restoran. Tiap hari menyanyi menghibur orang,
dibayar akhir bulan 800 ringgit. Kalau di sini (Jakarta) 2,4 juta rupiah, untuk
gaya hidup di Malaysia itu rendah nilainya. Untuk sewa tempat tinggal saja
belum tentu cukup,” bilang Shiha. Ia menggambarkan perjuangannya di awal,
tinggal di rumah kecil berlantai semen.
Sampai
ia masuk ke ajang kompetisi menyanyi Mentor dan lolos sebagai juara kedua,
barulah namanya di industri hiburan Malaysia mulai diperhitungkan.
“Sekarang di Malaysia,
saya belum menjadi suatu nama yang besar sekali, tetapi saya sudah seleb dan
sudah ada album. Saya juga host untuk acara Jalan Jalan Cari Makan. Kemudian
saya melihat adanya peluang yang lebih baik lagi untuk saya, agar bisa lebih besar
lagi melalui DAA ini. Karena ini tingkat Asia, kan,”
beber Shiha Zikir "D'Academy Asia".
Peserta
DAA ini adalah mereka yang pernah mengikuti ajang pencarian bakat negara mereka
atau mereka para semi profesional di bidang tarik suara. Di negaranya, Shiha
bukanlah penyanyi dangdut. Ia mengambil jalur pop dan Melayu.
Begitu
tampil di panggung DAA, Shiha, yang tadinya takut tak diterima masyarakat
Indonesia, terkejut.
“Wah, ternyata
orang-orang di sini sangat support saya. Komentar mereka baik-baik. Beda dengan
di Malaysia. Mengambil hati orang Malaysia sulit. Saya terkejut di sini banyak
yang support saya, follower di Instagram pun langsung naik banyak. Selanjutnya,
kalau saya bisa lolos DAA, saya ingin mencoba berkarier di sini dulu,”
ungkap Shiha Zikir "D'Academy Asia".
Jadi
akan ada Rossa versi dangdut, dong! [Tabloidbintang]



.jpg)





