-->








Shiha "D'Academy Asia" Rela Tinggalkan Kuliah Demi Ekonomi & Karir

13 Desember, 2015, 11.40 WIB Last Updated 2015-12-13T04:41:14Z
IST
KITA tahu sepak terjang Rossa di Malaysia sangat luar biasa. Setiap tahunnya, ia mengadakan konser di sana. Pekan lalu pun, ia baru saja menggelar konser. Malaysia seperti rumah kedua Rossa. Sehingga lumrah nama dan lagu-lagunya sangat populer, menyaingi penyanyi Malaysia sendiri. 

Shiha Zikir "D'Academy Asia" salah satu penggemar berat Rossa. Bicara kembali hari-hari yang lalu, Shiha hanyalah gadis remaja yang mengidolakan Rossa. Ia menempel semua poster, guntingan majalah bergambar Rossa di dinding kamar, di lemarinya, di belakang pintu kamar—di mana-mana ada tempelan rupa Rossa.

“Saya sejak sekolah memang ngefans dengannya. Dulu almarhum ayahku pernah bilang saat mengamati gambar-gambar Rossa yang kutempel: kau kalau dilihat-lihat mirip sekali dengan Rossa, Nak. Serupa tapi tak sama,” kisah Shiha Zikir "D'Academy Asia".

Mengidolakan Rossa, Shiha, yang dilatih menyanyi ayahnya sendiri sejak usia 7 tahun, menyimpan harapan menjadi seorang diva. Dan gadis kelahiran 2 November 1987 ini memulainya dari nol.

“Saya dilatih menyanyikan lagu-lagu tradisional dan ballad oleh almarhum ayah. Saya mulai menyanyi di acara-acara kecil sambil bersekolah. Kemudian saya berpikir untuk betul-betul terjun ke industrinya. Maka saya tidak lanjut kuliah. Saya memutuskan fokus mengejar karier menyanyi sekaligus untuk membantu ekonomi keluarga. Ayah saya hanya pekerja di lingkungan kerajaan dan ibu saya ibu rumah tangga. Saya ingin bantu ekonomi keluarga,” tutur Shiha. 

Modal nekat, Shiha bertolak dari Penang menuju Kuala Lumpur. “Di sana saya menjadi penyanyi restoran. Tiap hari menyanyi menghibur orang, dibayar akhir bulan 800 ringgit. Kalau di sini (Jakarta) 2,4 juta rupiah, untuk gaya hidup di Malaysia itu rendah nilainya. Untuk sewa tempat tinggal saja belum tentu cukup,” bilang Shiha. Ia menggambarkan perjuangannya di awal, tinggal di rumah kecil berlantai semen. 

Sampai ia masuk ke ajang kompetisi menyanyi Mentor dan lolos sebagai juara kedua, barulah namanya di industri hiburan Malaysia mulai diperhitungkan.

“Sekarang di Malaysia, saya belum menjadi suatu nama yang besar sekali, tetapi saya sudah seleb dan sudah ada album. Saya juga host untuk acara Jalan Jalan Cari Makan. Kemudian saya melihat adanya peluang yang lebih baik lagi untuk saya, agar bisa lebih besar lagi melalui DAA ini. Karena ini tingkat Asia, kan,” beber Shiha Zikir "D'Academy Asia".

Peserta DAA ini adalah mereka yang pernah mengikuti ajang pencarian bakat negara mereka atau mereka para semi profesional di bidang tarik suara. Di negaranya, Shiha bukanlah penyanyi dangdut. Ia mengambil jalur pop dan Melayu. 

Begitu tampil di panggung DAA, Shiha, yang tadinya takut tak diterima masyarakat Indonesia, terkejut.

“Wah, ternyata orang-orang di sini sangat support saya. Komentar mereka baik-baik. Beda dengan di Malaysia. Mengambil hati orang Malaysia sulit. Saya terkejut di sini banyak yang support saya, follower di Instagram pun langsung naik banyak. Selanjutnya, kalau saya bisa lolos DAA, saya ingin mencoba berkarier di sini dulu,” ungkap Shiha Zikir "D'Academy Asia".

Jadi akan ada Rossa versi dangdut, dong! [Tabloidbintang]
Komentar

Tampilkan

Terkini