![]() |
| IST |
BOGOR - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tampak sangat
berhati-hati menanggapi kasus Papa Minta Saham yang mencatut nama presiden dan
wakil presiden. Hingga saat ini, ia mengaku polri belum berinisiatif
mengambil alih kasus tersebut. Kecuali jika ada yang melaporkan kasus
itu.
“Itu kan menyangkut
delik-delik pidana. Apakah pidana nanti yang ditersangkakan
pada yang bersangkutan adalah delik aduan atau delik biasa. Kalau delik aduan
tentu memerlukan pelaporan,” ujar Badrodin di
Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (8/12).
Badrodin
juga tidak ingin terlibat dalam perdebatan panjang terkait legalitas rekaman
percakapan antara Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin.
Menurutnya, Polri akan memeriksa keaslian rekaman itu jika ada permintaan dari
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
“Kalau ada permintaan,
kami akan tes ke laboratorium forensik. Apakah itu betul asli dari pembicaraan dari
mereka bertiga itu,” imbuhnya.
Namun,
Badrodin menjamin Polri siap membantu MKD memecahkan kasus yang berhasil
membuat Presiden Joko Widodo marah besar tersebut.
“Nanti dengar saja MKD
dalam sidang, kalau memang nanti ada hal yang tidak diakui, perlu dicek ke
laboratorium foreksik, ya tentu kami bantu,” kata Badrodin. [jpnn]



.jpg)



