AFRIKA BARAT - Pasukan pengawal kepresidenan Burkina Faso menahan presiden dan perdana menteri interim negara Afrika Barat itu. Ini terjadi beberapa pekan menjelang pemilihan umum pertama yang akan digelar menyusul lengsernya Presiden Blaise Compaore.
Tidak disebutkan alasan penahanan tersebut. Penahanan pemimpin transisi tersebut memicu aksi demo di luar istana kepresidenan, tempat kedua pemimpin itu ditahan. Para tentara melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan ratusan demonstran. Belum diketahui apakah ada yang terluka dalam insiden itu.
Ketua parlemen interim Cheriff Sy mengatakan seperti dilansir AFP, para anggota Resimen Keamanan Kepresidenan (RSP) menyerbu masuk ke ruang kabinet pada Rabu, 16 September pukul 14.30 waktu setempat dan menculik Presiden Burkina Faso Michel Kafando dan Perdana Menteri Isaac Zida serta dua menteri (Augustin Loada dan Rene Bagoro).
Sy menyebut penyanderaan presiden dan perdana menteri sebagai serangan serius terhadap republik tersebut. "Saya mengajak semua rekan sebangsa untuk membela ibu pertiwi," cetusnya seperti dilansir kantor beritaAFP, Kamis (17/9/2015).
Dalam aksi demo di luar istana kepresidenan di ibukota Ouagadougou, massa demonstran berteriak-teriak mengecam RSP, pasukan kuat yang dibentuk di bawah kepemimpinan Compaore.
Siaran media Radio France Internationale dan stasiun radio swasta Omega juga dihentikan. Bos Omega, Alpha Barry mengatakan kepada stasiun televisi France 24 bahwa pasukan RSP telah menginterupsi siaran dan mengancam akan membunuh staf media tersebut jika siaran tidak dihentikan.
Baku Tembak 20 Orang Tewas
Sekelompok pasukan militan menyerang Splendid Hotel di Ouagadougou, ibu kota Burkina Faso, Afrika Barat. Setidaknya ada 20 orang korban tewas dalam peristiwa ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Rumah Sakit Yalgado Ouedraogo, Robert Sangare, seperti dilansir AFP, Sabtu (16/1/2016). Sejumlah orang juga dilaporkan luka-luka.
"Untuk jumlah korban tewas, kita belum memiliki angka yang pasti, tetapi ada setidaknya 20 orang tewas," kata Sangare.
"Sedikitnya 15 terluka dengan luka tembak dan lainnya mengalami luka ketika panik melarikan diri," imbuhnya.
Baku tembak dan ledakan terdengar dari Splendid Hotel dan Restoran Cappucino yang berada di seberangnya pada Jumat (15/1/) malam waktu setempat malam. Sekitar sepuluh kendaraan terbakar di jalanan yang dikenal sebagai daerah sibuk di Ougadougou yang juga dekat dengan bandara internasional.
Disebut ada sekitar 5-6 pria bersenjata yang melakukan penyerangan. Sejumlah orang juga dikabarkan telah disandera oleh para pelaku.
Hotel yang jadi lokasi penyerangan ini adalah tempat favorit para staf PBB dan warga barat berkumpul.[Detik]
