![]() |
Pada
pertemuan tersebut dibahas mengenai gerakan literasi di Aceh. Audiensi ini
berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua DPRA.
Sekretaris
IGI Aceh Timur, Khairuddin menjelaskan bahwa literasi merupakan gerakan yang
sangat penting untuk memberantas buta pemahaman bacaan di Aceh. Literasi
merupakan upaya mencerdaskan masyarakat Aceh khususnya melalui gerakan yang
dilakukan oleh guru di sekolah.
Pada
kesempatan ini perwakilan IGI mengharapkan gerakan literasi perlu dukungan
pemerintah baik legislatif dan eksekutif di Aceh, hal ini untuk menyahuti
regulasi Menteri Pendidikan melalui Permendikbud nomor 21 tahun 2015.
Sementara,
pengurus aktif IGI yang ikut dalam rombongan,
Fitriadi, S.Pd.I memberikan contoh bagaimana gerakan literasi menjadi
suatu budaya pencerdasan siswa/i di Kota surabaya dengan program membaca 15
menit sebelum pembelajaran pada sekolah-sekolah.
"Maka
sepatutnya pemerintah Aceh juga dapat belajar dari pengalaman yang dilakukan
oleh Kota Surabaya secara masif," harapnya.
Lanjutnya,
saat ini berbagai kegiatan literasi sedang digalakkan oleh IGI terutama di
wilayah Kabupaten Aceh Timur, dan ini menjadi program utama yang akan
dilaksanakan oleh IGI Aceh Timur khususnya dan akan menjadi program IGI
Provinsi Aceh umumnya.
Dalam
audiensi tersebut, Wakil Ketua DPRA sekaligus yang mengkoordinasikan bidang
pendidikan, Teuku Irwan Djohan, ST menyambut baik upaya IGI dan berkomitmen
untuk menjadikan literasi sebagai budaya masyarakat Aceh khususnya melalui
pembiasaan membaca disekolah.
"Kedepan
IGI dan semua pihak berharap ada sambutan dari eksekutif untuk menjadikan Aceh
sebagai provinsi literasi," pintanya. [Ar/KR]


