![]() |
| IST |
JAKARTA - Bahrun Naim yang dikenal sebagai peretas ulung tak pernah
khawatir blog atau situs pribadinya diserang oleh lawan atau diblokir
pemerintah. Bahrun diduga menjadi aktor di balik aksi teror bom di kawasan
Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1), lalu.
Bahrun diketahui memiliki kemampuan di bidang informasi dan
teknologi (IT). Pria asal Solo, Jawa Tengah ini pun punya cara tersendiri dalam
merekrut calon terorisnya.
Seperti ketika detikcom lihat dari blog pribadinya, Senin
(18/1/2016), www.bahrunnaim.co yang kini sudah tidak bisa diakses lagi, Bahrun
merekrut dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara yang disebutnya
sebagai sistem sel komando.
Sistem sel komando menurut Bahrun adalah sistem yang saat
ini sangat populer, terlebih karena keberhasilan yang diraih Daulah Islamiyyah
dalam beberapa operasi merebut kota Mosul. Sistem ini tidak dipersatukan oleh
sebuah komando yang harus senantiasa berhubungan, namun dipersatukan dalam
sebuah komando yang terikat dengan manhaj (kaidah kelompok) dan tujuan kelompok
itu sendiri.
Sedangkan Bahrun menuliskan ada lima cara dalam hal
perekrutan calon teroris. Diantaranya, tim, tentukan target, tentukan jenis
amaliah, tentukan jenis persenjataan, dan tentukan hasil akhir.
"Buat tim-mu, maksimal 5 orang saja. Dengan tugas-tugas
yang dibagi satu dengan yang lain sesuai kemampuannya. Optimalkan masing-masing
tugas pra operasi (amaliah). Saling jaga semangat, dan keimanan termasuk
ingatkan saudara agar menjaga niat, menjaga keikhlasan, dan menjaga diri dari
kemaksiyatan," tulis Bahrun dalam blognya.
"Tentukan target amaliah. Siapa sasaran operasi? berapa
jumlah target? berapa besar efek? berapa besar kerugian yang diterima oleh
sasaran? dan lain-lain," lanjutnya.
Sedangkan jenis amaliah adalah berupa penyerangan ke
markas-markas toghut (sesembahan selain Allah), penculikan, pembunuhan, atau
yang lain. Jenis amaliah ini juga akan dipengaruhi oleh kemampuan sasaran dalam
membela diri (target resistance).
"Jenis persenjataan ini sering menjadi alasan bagi
seorang yang lemah imannya untuk beramal. Darimana kita dapatkan senjata api?
bagaimana kita bisa mendapatkan granat? dan segudang pertanyaan lainnya yang
kadang juga dihembuskan oleh jassus yang menyusup ditengah kaum muslimin,"
ucap Bahrun dalam blog pribadinya.
Sedangkan hasil akhirnya adalah segala tujuan dari niat
kita. Atau menurut Bahrun agar mendapatkan rizqi kesyahidan.
"Tentu diantara dua hal ini terdapat beberapa hal yang
harus disadari. Sebagai contoh, apabila kita berhasil melaksanakan operasi dan
tetap hidup dan qadarullah menjadi buron. Maka kita harus memahami bahwasanya
operasi tidak boleh berhenti. Harus terus melaksanakan segala operasi sesuai
apa yang ada disekitar kita," tutup Bahrun.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah yang memastikan
bahwa blogs bahrunnaim.co adalah benar milik Bahrun Naim. Namun setelah
peristiwa penyerangan di jalan Thamrin Kamis kemarin, Kementerian Komunikasi
dan Informatika memblokir situs www.bahrunnaim.co. [Detik]
