-->

Menag : Pentingnya Tokoh Agama Tangkal Paham Radikalisme

17 Januari, 2016, 22.27 WIB Last Updated 2016-01-17T15:27:53Z


JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menangkal paham radikalisme di tengah masyarakat Indonesia. Peran yang dimaksud adalah untuk menyampaikan pesan bahwa agama sesungguhnya adalah membawa kesejahteraan, bukannya pertumpahan darah.

"Kita ajak masyarakat lewat tokoh agama dan majelis agama untuk menyampaikan pesan agama pada esensi dan substansi agama tersebut. Hakikatnya (agama) menyejahterakan manusia, bukan sebaliknya, bukan saling menumpahkan darah sesama manusia," kata Lukman saat menghadiri Apel Kebinekaan Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).

Menurutnya, agama memiliki peran besar dalam menjaga, memelihara, dan merawat paham keagamaan bangsa yang sesungguhnya adalah moderat dan menebarkan kasih sayang dan kedamaian.

"Itu paham agama yang sudah ratusan tahun lalu diwarisi pendahulu kita," tuturnya.

Guna mencegah paham radikal menyebar luas, Lukman meminta kepada satuan-satuan kecil di masyarakat untuk turun tangan. Tokoh agama dapat mencegah aliran radikal dengan seruan rohaninya. Ia juga meminta pihak keluarga agar tak mudah disusupi paham radikal.

"Jangan sampai di era globalisasi keluarga disusupi paham yang bertentangan dengn ideologi bangsa. Karena itu, keluarga diperkuat. Ini yang dilakukan Kemenag," ucapnya.

Mengenai dugaan Bahrun Naim yang menjadi otak serangan bom Sarinah, Kamis 14 Januari, Lukman mengatakan itu bukanlah akibat kegagalan program deradikalisasi yang dicanangkan pemerintah. Sebelumnya, diketahui bahwa Bahrun Naim merupakan residivis teroris yang dibebaskan dari bui sejak 2013. Dengan adanya kejadian ini, program deradikalisasi menuntut peran serta seluruh lapisan masyarakat.

"Program deradikalisasi terus berjalan. Tentu tantangannya bertambah. Ini masalah yang kompleks. Jadi, kita tidak merasa gagal, tapi kita merasa bahwa tantangan ke depan lebih serius. Karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh elemen bangsa, khususnya lintas agama," serunya.[Okezone]

Komentar

Tampilkan

Terkini