JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Lukman
Hakim Saifuddin menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menangkal paham
radikalisme di tengah masyarakat Indonesia. Peran yang dimaksud adalah untuk
menyampaikan pesan bahwa agama sesungguhnya adalah membawa kesejahteraan,
bukannya pertumpahan darah.
"Kita
ajak masyarakat lewat tokoh agama dan majelis agama untuk menyampaikan pesan agama pada esensi dan
substansi agama tersebut. Hakikatnya (agama) menyejahterakan manusia, bukan
sebaliknya, bukan saling menumpahkan darah sesama manusia," kata Lukman
saat menghadiri Apel Kebinekaan Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng,
Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).
Menurutnya,
agama memiliki peran besar dalam menjaga, memelihara, dan merawat paham
keagamaan bangsa yang sesungguhnya adalah moderat dan menebarkan kasih sayang
dan kedamaian.
"Itu
paham agama yang sudah ratusan tahun lalu diwarisi pendahulu kita,"
tuturnya.
Guna
mencegah paham radikal menyebar luas, Lukman meminta kepada satuan-satuan kecil
di masyarakat untuk turun tangan. Tokoh agama dapat mencegah aliran radikal
dengan seruan rohaninya. Ia juga meminta pihak keluarga agar tak mudah disusupi
paham radikal.
"Jangan
sampai di era globalisasi keluarga disusupi
paham yang bertentangan dengn ideologi bangsa. Karena itu, keluarga diperkuat.
Ini yang dilakukan Kemenag," ucapnya.
Mengenai
dugaan Bahrun Naim yang menjadi otak serangan bom Sarinah, Kamis 14 Januari,
Lukman mengatakan itu bukanlah akibat kegagalan program deradikalisasi yang
dicanangkan pemerintah. Sebelumnya, diketahui bahwa Bahrun Naim merupakan
residivis teroris yang dibebaskan dari bui sejak 2013. Dengan adanya kejadian
ini, program deradikalisasi menuntut peran serta seluruh lapisan masyarakat.
"Program
deradikalisasi terus berjalan. Tentu tantangannya bertambah. Ini masalah yang
kompleks. Jadi, kita tidak merasa gagal,
tapi kita merasa bahwa tantangan ke depan lebih serius. Karena itu, diperlukan
komitmen yang kuat dari seluruh elemen bangsa, khususnya lintas agama,"
serunya.[Okezone]
