ACEH BESAR - Menyimak
gencarnya pertarungan urat saraf selama bulan suci ramadhan baik melalui media
online maupun di warung-warung kopi soal pilkada yang di depan mata, memang tak
bisa dipungkiri kampanye saling menjelekkan dan saling mencaci satu sama lain
antar pendukung sangat gencar di dunia maya.
Sangat disayangkan bila
kandidat yang diidam-idamkan pendukungnya tidak melihat ini sebagai persoalan
sosial dan krisis moral. Penting agar kandidat memberikan sebuah
"Pendidikan Politik" tentang tata cara berkampanye yang baik kepada
calon pemilih.
Hal ini disampaikan Ketua
Fokus GEMPAR Sirathallah kepada LintasAtjeh.com, Minggu (26/06/2016), bahwa
dalam hal tersebut pernah disampaikan kepada salah seorang aktifis senior yang
telah bergabung dalam tim sukses salah satu kandidat kepala daerah agar keberadaan
bisa memberikan pendidikan politik yang baik kepada tim suksesnya.
“Idul Fitri kali ini harus
jadi momentum saling mengunjungi antar kandidat supaya memberikan suasana sejuk
sesama pendukung. Masyarakat kita semakin cerdas dalam memilih, semoga tidak
ada lagi politik intimidasi dan pemaksaan dalam memilih pada pilkada
2017," tutupnya.[Dw]



.jpg)




