BANGLADESH - Drama
penyanderaan di Bangladesh berakhir, setelah pada Sabtu (2/7/2016) pagi pasukan
khusus Batalion Reaksi Cepat Angkatan Darat dikerahkan menyerbu para militan
negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Kontak senjata ini menewaskan enam militan
di dalam gedung. Satu orang militan ditangkap hidup-hidup.
Channel News Asia
melaporkan 13 sandera di dalam gedung berhasil diselamatkan. Saat menyisir Kafe
Holey Artisan Bakery, tim antiteror menemukan enam jenazah sandera, beberapa di
antaranya warga asing. Detail korban belum dirilis oleh pemerintah Bangladesh.
"Operasi berakhir.
Situasi sepenuhnya terkendali," kata Rashidul Hasan, juru bicara militer
Bangladesh.
Warga Italia, India,
Argentina, Sri Lanka, serta Jepang, menjadi korban penyanderaan di samping
penduduk Bangladesh yang sedang mampir ke restoran ini.
Baru kedutaan Jepang dan
Italia yang mengklaim warga mereka sedang berada di restoran itu saat terjadi
serangan teroris. Dubes Jepang mengatakan tujuh warganya di lokasi, satu
positif sudah berhasil diselamatkan.
Perdana Menteri
Bangladesh, Sheikh Hasina, berterima kasih atas kerja keras aparat keamanan
melakukan pembebasan sandera. "Dengan demikian kita berhasil menyelamatkan
13 orang," ujarnya.
Operasi pembebasan sandera
melibatkan satu kompi prajurit bersenjatakan senapan serbu otomatis serta tujuh
kendaraan tempur lapis baja.
Selama baku tembak
berlangsung, empat polisi terluka karena serangan balasan militan. Belum jelas
apakah ada anggota ISIS yang kabur. Saksi mata sempat menyatakan penyerang
berjumlah delapan orang.
Media propaganda ISIS,
Amaq, menyatakan militan khilafah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Pasukan Komando
Daulah Islamiyah menyerang restoran yang biasa dikunjungi orang-orang kafir di
Ibu Kota Bangladesh," tulis Amaq lewat media sosial.
Kafe yang disantroni ISIS
itu berada di Distrik Gulshan, kawasan elit Ibu Kota Dhaka yang dihuni staf
Kedutaan asing, ekspatriat, serta pejabat pemerintahan Bangladesh. Kafe Artisan
pada malam hari menyajikan masakan Spanyol, sehingga ramai wisatawan asing.[Merdeka]



.jpg)


