-->

Acheh Future Barat Selatan Dampingi T. Ubat Operasi 'Angkat Peluru'

21 April, 2017, 17.51 WIB Last Updated 2017-04-21T10:51:20Z
ACEH SELATAN - Pasca konflik Aceh selama 30 tahun, akhirnya berakhir di meja perdamaian yang terkenal dengan perjanjian damai Helsinki. Namun demikian, ternyata masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah. Pasalnya masih ada  korban konflik yang belum tersentuh perhatian dari pihak yang terkait terutama dari Pemerintah Aceh.

Seperti derita yang dialami T. Ubat (53), warga Gampong Silolo, Kecamatan Pasie Raja. Hingga saat ini, di lengan kiri T. Ubat masih bersarang proyektil peluru dan tidak pernah mendapatkan penanganan medis secara serius untuk mengeluarkan dari tubuhnya.

Melihat derita T. Ubat, Lembaga Acheh Future Wilayah Pantai Barat Selatan yang selama ini selalu peduli dan mengadvokasi korban konflik memberikan perhatiannya dengan mendampingi dan membawanya ke RSYA Tapaktuan.

"Ini memang program kegiatan Acheh Future. Karena nanyak korban konflik di Aceh yang masih kurang diperhatikan. Salah satunya T. Ubat, dimana pasca konflik Aceh, satu butir peluru masih bersarang di lengan tangannya," ujar Koordinator Lembaga Acheh Future Wilayah Pantai Barat Selatan, Cut Ramadhiaty Tra, kepada LintasAtjeh.com, Jum'at (21/04/2017).

Lanjut dia, Rabu lalu kita bantu Bapak T. Ubat dibawa dan kita dampingi ke Rumah Sakit Yuliddin Awai Tapaktuan untuk dilakukan operasi.

"Alhamdulillah, proses operasinya berjalan dengan lancar. Operasi berlangsung sekitar 2 jam lebih," kata Cut Ramadhiaty Tra.

Sementara itu, Ketua Lembaga Acheh Future Aceh, Razali Yusuf  saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa masih banyak korban konflik yang tidak tersentuh bantuan selama 5 tahun terakhir.

"Selama ini, ribuan pengaduan korban konflik yang kita terima melalui surat pengaduan. Bermacam katagori korban, kita sangat menyesalkan kinerja BRA yang gagal menangani masyarakat korban. Kita berharap pada pemimpin yang akan datang untuk memperhatikan mereka. Kita juga meminta agar dana yang digunakan oleh BRA untuk diaudit," pinta Razali.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini