JAKARTA - Pemasangan police line di Kantor DPP KNPI, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, semenjak 3 November 2015 lalu, yang disepakati kedua kubu KNPI, yaitu kubu Rifai Darus dan Fahd Arafiq, akhirnya, Jum'at 28 Juli 2017 ditempati kembali oleh kubu KNPI dengan ketua umumnya Fadh Arafiq
Dalam keterangannya, di Kantor gedung KNPI, Jumat (28/07/2017), Sekjend DPP KNPI, Fadli menyatakan pengurus DPP KNPI, periode 2015-2018 dibawah kepemimpinan Fadh Arafiq tetap akan solid dan eksis sampai akhir periode ini.
Fadli juga meyatakan, berita pengambilalihan gedung ini oleh Rifai Darus adalah berita atau isu bohong.
"Rifai Darus adalah Mantan Ketua Umum DPP KNPI, dia sudah dipecat saat Kongres di Jakarta," kata Fadli, yang didampingi Wakil Ketua Umum Andi Nursyam Halid, Faisal Amsir dan segenap pengurus KNPI lainnya.
Dalam keterangan persnya, yang diterima LintasAtjeh.com, Sabtu (29/07/2017), Fadli juga menyebutkan, Gedung KNPI Pusat ini, resmi ditepati kembali oleh kepengurusan KNPI periode 2015-2018 dibawah Ketua Umum Fadh Arafiq.
Kantor ini, sebelumnya sempat beredar kabar, dibuka oleh kubu Rifai Darus, sebelum diambil kembali kubu Fahd.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Aceh, Zikrullah Ibna mengucapkan selamat untuk KNPI Pusat atas upaya yang dilakukan ini. Semoga penyatuan KNPI yang satu segera terwujud.
"Ini merupakan gambaran kepemimpinan yang legal, solid, dibawah kepemimpian Ketum Fahd Arafiq. Kami di daerah menyambut positif hal ini, KNPI sudah kembali kerumahnya untuk bekerja mencipkatan program-program terbaik untuk pemuda Indonesia," ujarnya.
Disinggung terkait dinamika KNPI di Aceh, Zikri mengaku menunggu arahan dari DPP terhadap tindakan lanjutan di Aceh.
"Kita akan membawa semua hal ini kepada pemerintah Aceh yang baru. Kami yakin Insha Allah Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah akan mampu menyikapi persoalah organisasi kepemudaan ini," kata Zikri.[Rls]



.jpg)





