Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Pasar Tradisional Langsa Lama Beralih Fungsi, Mengapa???

Share it:
LANGSA - Terkait pengelolaan "Pasar Tradisional" yang beralih fungsi menjadi warung kopi, sejumlah masyarakat Gampong Pondok Pabrik, Kebon Lama, Kecamatan Langsa Lama menyampaikan rasa kecewa. Pasalnya, lokasi pasar tradisional yang berada di gampong tersebut dikelola oleh oknum Geuchik (Kepala Desa_red) Sidodadi. 

"Kami sangat kecewa dengan pengembangan pasar tradisional yang hanya dimanfaatkan oleh oknum Geuchik Sidodadi. Padahal keberadaan pasar tersebut berada di desa kami," tutur salah seorang warga yang tidak ingin namanya disebut kepada LintasAtjeh.com, Minggu (25/11/2018) kemarin. 

Menurutnya, pengelolaan pasar tradisional semestinya dijadikan tempat jual beli kebutuhan pangan masyarakat tersebut, kini telah diubah fungsinya dengan membuka usaha warung kopi (Cafe_red) yang diduga untuk kepentingan pribadi oknum Geuchik Sidodadi itu. 

"Seharusnya pasar tradisional tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kecamatan Langsa Lama demi pengembangan pasar sesuai perencanaan sebelumnya," ketusnya. 

Masyarakat Pondok Pabrik berharap kepada geuchik setempat untuk meminta kepada Walikota Langsa agar dalam pengelolaan pasar tradisional tersebut difungsikan sebagai layaknya sebuah pasar. 

"Karena lokasi tersebut berada di Gampong Pondok Pabrik, maka sewajarnya pengelolaan pasar tradisional itu diserahkan kepada masyarakat disini. Selain untuk menunjang peningkatan PAD gampong ini, juga meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkapnya. 

Sementara itu, Noto, Geuchik Pondok Pabrik saat ditemui LintasAtjeh.com membenarkan adanya keluhan masyarakat tersebut. Ia juga mengatakan akan menindaklanjuti serta melaporkannya kepada Walikota Langsa. 

Noto menjelaskan, pada saat peresmian pasar tradisional beberapa waktu lalu, Wakil Walikota   telah menyatakan agar pengelolaan pasar tersebut diserahkan pada Pemerintah Gampong Pondok Pabrik. Namun kenyataannya sekarang, selama ini tempat itu dikuasai dan dikelola oleh pihak lain. 

"Yang anehnya lagi, pihak Diskoperindagkop tidak menyampaikan pengelolaan pasar tersebut kepada pihak gampong pondok pabrik. Ada apa ini sebenarnya?" tanyanya.

Menanggapi timbulnya permasalahan pengelolaan pasar tradisional yang berada di Gampong Pondok Pabrik tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindagkop Langsa, Harmoni saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui telepon seluler, Senin (20/11/2018) mengatakan bertahun-tahun pasar tersebut terbengkalai tidak ada kegiatan jual beli. Untuk menggerakkan denyut nadi pergerakan ekonomi di pasar tradisional, pihaknya menunjuk dua geucik yaitu Gampong Kebon Lama dan Sidodadi agar mengelola tempat itu. 

"Hal tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Langsa bernomor: 800/234/2018 tentang penunjukan pengelolaan pasar Langsa Lama kepada Geuchik Kebon Lama dan Guechik Sidodadi pada tanggal 2 Maret 2018 lalu," katanya. 

"Demi mengerakkan dan menghidupkan pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah, siapa saja yang ingin berjualan di tempat itu dipersilahkan dan pihaknya akan mendukung sepenuhnya," imbuh Harmoni. 

Ia membantah tentang pernyataan Geuchik Pondok Pabrik yang menyampaikan bahwa pihak Disperindagkop Langsa tidak memberitahukan surat penunjukan pengelolaan pasar untuk Gampong Kebon Lama. 

"Kami sudah menyurati kedua geuchik tersebut agar mengelola dan mengembangkan pasar itu," katanya. 

Terpisah, Geuchik Sidodadi, Rahmad Hidayat saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com mengatakan bahwa pihaknya mengimplementasikan pengelolaan pasar sesuai kewenangan yang diberikan oleh Disperindagkop sekitar bulan Maret 2018 lalu.  

Ia juga menuturkan, dikarenakan lokasi Pasar Tradisional Kecamatan Langsa Lama tersebut berada diantara dua gampong, maka Disperindagkop Kota Langsa menunjuk Geuchik Kebon Lama dan Sidodadi untuk mengelola dan mengembangkan tempat yang sudah dibangun pemerintah itu. 

"Pada hari yang sama, kami dipanggil oleh Kabid Perdagangan Desperindagkop Langsa, Ibu Dewi," tuturnya. 

Selain itu, tambah Rahmad Hidayat, pihaknya hanya mengelola lahan pasar yang terletak diwilayahnya saja. Sementara lahan yang diberikan kepada Gampong Kebon Lama masih tetap kosong dan belum digunakan. 

"Jika Gampong Kebon Lama juga mengembangkan pasar yang ada, saya yakin pasar tradisional kita akan berkembang," pungkasnya.[Sm] 
Share it:

news

Post A Comment: